bandar sakong agen bola
bandar bola sakong
bandarq qq online casino online

Indoforum88.com juga bisa di akses melalui www.indoforum88.net

Resty In Senior High School 3

kumpulan cerita hot
Forum rules
Forum rules
Untuk kenyamanan pembaca IndoForum88, harap membuat thread/postingan pada tempatnya.
Dan Username Banned - Akan dijatuhkan TANPA peringatan kepada member yang melanggar.

Dilarang membuat thread dan postingan dengan tujuan untuk menghina atau mencemarkan nama baik.
Sanksi deleted sampai dengan banned IP.
jay99
IF88 DONATOR
IF88 DONATOR
Posts: 94
Joined: Tue May 12, 2015 8:33 am

Resty In Senior High School 3

Postby jay99 » Wed Mar 09, 2016 2:46 pm

Hari ini di sekolah situasinya tak terlalu baik, beberapa siswa ketahuan merokok di belakan gudang, tempat yang dulu menjadi surga bagi para siswa nakal kini berubah menjadi tempat paling di segani karna telah dipasang CCTV.

disebuah kelas yang tampak gaduh, karna ada guru yang berhalangan sementara guru piket hanya memberikan tugas soal.

"sial banget zal, pak handoko pake pasang cctv segala di belakang gudang..."

pak handoko adalah kepala sekolah kami, orangnya terkenal tegas tanpa kompromi. Walaw tampangnya tak setegas sikapnya, boleh di bilang pak handoko mirip seperti pelawak malih tong tong.

"iya jhon...padahal lebih baik pasang CCTV di toilet cewe, lebih bermanfaat..."

"itu sih maunya loe zal...dasar otak mesum..."

jhoni adalah sahabat dekat rizal di kelas 12 karna semenjak naik kelas rio pacarnya dina dulu tak sekelas lagi dengan rizal.

"zal loe udah lama pacaran sama anak kelas 10, si resty..."

"ya sekitar setahunan gitu..."

"wuiiih...udah dapet banyak dong..."

"bukan banyak lagi jhon, malah udah dapet semua"

jhony tampak menjadi lebih serius dan penasaran.

"serius loe zal, maksud loe, loe sama resty udah pernah ngentot gitu..."

"asal loe tahu jhon, si resty itu cewe bispak."

diskusi sedang panas panasnya tapi tiba tiba guru piket sudah kembali ke kelas, bukan masalah buat rizal tapi buat jhony menjadi sedikit masalah membayangkan sosok diriku yang berhijab dan bisa diajak ML paling tidak itu penilaian jhony setelah rizal menyebutku sebagai cewe bispak.

lain situasi jika dikelasku, suasana hening dan tenang, semua siswa tampak tenang karna memang saat ini sedang berlangsung kuis matematika, bukannya sombong aku memang tak terlalu pintar tapi aku bisa menyelesaikan kuisku lebih awal dari yang lain.

"pak...saya sudah selesai..."

"iya resty...kalo begitu kamu boleh keluar duluan..."

aku melangkah ke meja guru dan mengumpulkan lembar kuis ku, 30 menit lebih awal dari jam istirahat aku putuskan ke kantin saja, sambil melihat anak kelas 11 olah raga dan pastinya memandang pak danu dari kejauhan.

segelas es teh manis dan sepiring batagor cuku untuk menemaniku,tak berapa lama aku melihat sosok pak danu mendekat kearah ku.

"kamu ko udah dikantin rest, kan belum jam istirahat..."

"iya pak, dikelas lagi ada kuis, resty selesai duluan jadi boleh keluar istirahat duluan."

pak danu duduk di hadapan ku, kami saling behadapan, bertatapan.

"oh ya ada salam dari pak hendra..."

"pak hendra yang ketemu pas diapartemen pak danu..."

"iya, dia ingin sekali ketemu kamu rest...ngertikan maksud bapak..."

aku hanya mengangguk anggukan kepala sambil menyedot es teh manisku, aku mengerti bahwa om hendra ingin membokingku seperti mely. Tapi apa iya aku harus jadi cewe bayaran.

"kemaren mely cuma dapet satu juta, tapi kalo kamu mau pak hendra mau kasih dua kali lipat..."

"hm...resty pikir pikir dulu ya pak..."

pak danu kembali ke lapangan mengawasi anak muridnya, sedangkan aku melanjutkan menghabiskan batagorku sambil memikirkan tawaran pak danu walau sebenarnya aku sudah 75% setuju tapi aku butuh keyakinan lebih untuk melakukannya, aku harus curhat ke mely yang sudah berpengalaman.

Saat bel istirahat berbunyi banyak siswa berdatangan ke kantin tapi aku tak melihat sosok mely sedikit lama aku menunggu aku putuskan ke kelas siapa tahu mely tidak ke kantin.

Ternyata benar mely sedang asik memainkan hp nya.

"loe ga ke kantin mel..."

"males ngantri gue rest...lagian gue bawa roti buat ganjel perut."

aku memang melihat roti yang tinggal setengahnya diatas meja mely dan juga botol air disampingnya. Mely termasuk orang yang hemat padahal dia banyak uang hasil jual diri.

"mel, gue pengen curhat nih..."

"masalah apa rest...cowo loe"

mely terus saja menatap layar hp sesekali menggigit roti atau menenggak air dari botol minumnya.

"bukan ini masalah om hendra yang mau boking gue...menurut loe gimana mel"

"menurut gue sih terima aja, lagian selama ini loe ngentot sama cowo loe, loe dapet apa, kepuasan? Rugi rest...mending dijadiin duit"

"iya sih, tapi kan kalo kita di boking, kita ga bisa maksa yang boking kita supaya mau pake kondom..."

mely menaruh hp nya diatas meja dan kini dia menatap ku sambil tersenyum.

"jadi loe takut hamil rest...gila ya loe amatiran banget sih"

"ye loe ko malah senyum senyum gitu mel..."

"yadah intinya loe mau kan diboking sama om hendra, masalah loe takut hamil tenang gue ada solusinya"

aku masih belum kebayang apa solusi yang ditawarkan mely, aku lebih suka membayangkan bayaran dari pak hendra yang akan aku terima dua kali lipat dari bayaran mely, jika mely dibayar satu juta, berarti yang aku terima dua juta bisa beli hp baru.

tiba tiba hp ku berbunyi, ternyata sms masuk dari rizal.

"[sayang...nanti pulng sekolah tngguin di kelas ya, klo dah sepi gue kkelas loe]"

"[ok]"

aku mengerti apa yang di inginkan rizal, padahal situasi sekolah sedang tegang banyak razia semenjak ada yang ketauan merokok di belakang gudang, tapi nanti saja jelasinnya kalo sudah ketemu.

waktu berlalu akhirnya selesai juga pelajaran hari ini, mely pulang duluan sementara aku tinggal dikelas karna memang ada janji dengan rizal.

30 menit lebih aku menunggu sampai situasi kelas dan sekolah sepi khususnya lantai 3 karna di bawah masih ada kegiatan les.

"hallo sayang...lama ya...sorry abis dibawah tadi masih rame..."

rizal datang dan menghampiriku yang masih duduk di bangk ku letaknya agak belakang, dia menarikku berdiri dan memelukku serta mencium bibirku tak terlalu lama karna aku langsung mengelak.

"zal...kerumah gue aja yu, kan kalo jam segini rumah gue sepi sampe sore."

"tapi jam tiga gue ada les komputer...udah disini aja emang loe ga kangen sama gue."

rizal terus memelukku, meraba pantatku, meremasnya lalu menekannya ke arah selangkangannya, aku merasakan penis rizal yang sudah tegang.

"tapi zal sekarang tuh lagi sering ada razia"

"udahlah rest...tenang aja, gue yang jamin.."

rizal kembali melumat bibirku kali ini aku pasrah, bahkan aku sendiri yang membuka kancing seragamku agar rizal bisa meremas dan memainkan puting payudaraku langsung.

hanya deru nafas penuh birahi, tak lama kemudian rizal mengangkat tubuhku, mendudukanku diatas meja, dikeluarkannya payudaraku dari balik BH ku, dan dihisapnya.

"eeengh ouch...eeengh ouc...eeengh ouch"

aku terus menggeliat menahan geli nikmat di payudaraku, sementara tangan rizal mulai mengangkat rok panjangku, menyusupkan tangannya meraba pahaku sampai ke pangkal selangkangan.

"aduh zal...ouch ouch ouch...hsssttt aaangh..."

aku semakin menikmati hisapan di ujung payudaraku, rizalpun semakin kuat hisapannya, sementara tangannya terus berusaha mengangkat rok ku, aku berusaha mengangkat pantatku agar rizal bisa mengangkat rok ku sampai ke pinggang.

kini paha mulusku benar benar tepampang dihiasi celana dalam biru muda yang menutupi selangkanganku.

"rest kontol gue udah ga tahan, masukin ya..."

"yadah...mau gimana..."

"nungging aja rest..."

aku langsung turun dari bangku memegang rok ku yang sudah terangkat sampai sebatas pinggang dan nungging menghadap tembok bertumpu pada sisi meja.

rizal mengusap usap pantatku sebelum menurunkan celana dalam ku sampai sebatas dengkul, entah kapan rizal membuka celana, penisnya sudah terasa mengelus elus vaginaku.

"ayo zal masukin cepet..."

"sabar sayang...ini lagi di pasin"

perlahan penis rizal mulai menembus vagina ku, mulai dimaju mundurkan namun aku merasa ada yang kurang, ku tarik salah satu tangan rizal ke arah payudaraku.

"engh...ayo zal...lebih cepet ouch...hsttt ach...zal remes tete gue dong...engh ouch ouch ouch..."

"aduh rest...enak banget ough...pantat loe mulus banget...ough...memek loe enak ouch..."

rizal menggenjotku dengan santai sambil memainkan puting payudaraku. Setiap jengkal sentuhan rizal hanya membuat ku semakin menggeliat karna jujur aku ingin rizal melakukannya dengan sedikit kasar.

"ouch zaaal...cepetin dikit dong...memek gue gatel banget nih..."

aku berusaha menggerakan pantatku untuk mengejar kenikmatanku bahkan aku memegang tangan rizal yang berada di payudaraku meremasnya diatas tangan rizal...

"sebentar rest...posisinya kurang enak nih..."

tiba tiba saja rizal mencabut penisnya merubah posisiku menjadi benar benar bertumpu pada meja sampai setengah badanku, bahkan aku membenamkan wajahku kemeja beralas tanganku.

tak lama kemudian aku merasakan lagi penis menggesek vaginaku.

"ayo zaaal masukin lagi...udah ga tahan banget gue...lebih cepet dikit dong ngenjot memek gue nya"

tak seperti tadi kali ini penis rizal menghentak keras menerobos vaginaku sampai meja yang menjadi tumpuanku ikut bergoyang.

"AAAENGH...zal ouch"

aku sedikit terkejut dengan hentakan penisnya, tapi selanjutnya aku menjadi sangat menikmati, karna kali ini hentakannya lebih bertenaga.

"ouch zal yeahhh...trus zal yang kenceng ouch enak....enak zal trus..."

entah kenapa disela kenikmatan aku merasa yang sedang menyetubuhiku dari belakang bukanlah rizal. Dari penis serta gaya seperti bukan yang aku kenal.

Aku mencoba menoleh kebelakang ternyata benar, yang sedang memberi kenikmatan ini bukan lah rizal justru rizal sedang duduk diatas meja sambil mengocok penisnya, yang sedang menggenjot vaginaku adalah jhony...

"ka jhony..! Stop sial loe zal..."

aku berusaha bangkit dan melepaskan diri tapi jhony langsung menekan tubuhku ke meja.

"zal...bantuin gue...nanggung nih..."

rizal segera turun dari meja dan membantu menekan tubuhku ke meja.

"udah lah rest ga usah munafik bukannya tadi loe ke enakan..."

"sial loe zal...tega loe sama gue..."

di sela sela rasa kecewaku jhony kembali menggenjot vaginaku memberiku kenikmatan kembali, ku lupakan saja dulu masalah ini.

"gila zal....beruntung banget loe punya pacar kaya resty...bisa diajak ngentot tiap hari..."

"ga usah banyak omong jhon, loe hajar aja memek cewe gue..."

jhony semakin cepat menggenjot vaginaku sampai sakit rasanya pinggangku yang membentur tepian meja.

"engh...ouch ouch ouch hmmm ach..."

"ayo rest bukannya tadi loe teriak keenakan ko sekarang diaem aja..."

jujur hentakan bertenaga dari penis jhony memang sangat nikmat tapi apa aku harus mengatakannya setelah tadi mencoba berntak rasanya akan sangat memalukan.

"jhon jangan lupa nanti peju loe keluarin diluar, gue ga mau cewe gue hamil bisa berabe..."

"tenang aja zal, gue mau crot di mulut cewe loe..."

tubuhku mulai berkeringat rasanya pegal juga bersetubuh dengan posisi ini terus sudah hampir dua puluh menit aku merasakan dinding vaginaku berkedut rasanya aku akan mencapai orgasme.

"engh engh engh OOOOUUUGH...ach ach ach.."

"Aaach,..zal cewe loe udah ngcrot tuh...ha...ha...ha...sekarang giliran gue..."

sesaat jhony menggenjot vaginaku dengan sangat cepat sebelum akhirnya jhony mencabut penisnya dari vaginaku.

"zal pegangin pala cewe loe"

entah apa yang dipikirkan rizal dia menuruti semua perintah jhony, rizal mengangkat tubuhku dan membuat ku berlutut memegang kepalaku menengadah ke atas.

"ayo sayang buka multnya, jhony mau ngasih peju kesukaan loe..."

tubuhku sangat lemas tak banyak yang bisa kulakukan saat rizal mencengkram rahangku agar aku membuka mulut.

"ayo jhon...masukin kontol loe kemulut cewe gue..."

"awas ya rest jangan sampe loe gigit kontol gue..."

"tenang aja jhon...cewe gue doyan banget sama kontol"

saat menghisap penis jhony memang tak ada rasa keberatan hanya perlakuan mereka saja yang terlanjur merendahkanku.

"bener zal cewe loe emang jago nyepong...engh...AAAACH...sial ngecrot juga gue"

jhony menyemprotkan spermanya langsung ketenggorokanku dan langsung tertelan. Kali ini kepuasanku di hiasi rasa terhina belum kupikirkan apa yang akan ku lakukan untuk membalas mereka.

"zal sebentar lagi les komputer nih, ga apa apa cewe loe ditinggal di sini sendirian..."

"ga apa apa, yadah cabut yu..."

sial banget si rizal dia meninggalkanku disini dalam keadaan acak acakan. Aku hanya duduk dilantai besandar pada tembok sambil mengumpulkan tenagaku yang terkuras.

beberapa menit istirahat aku mulai merapihkan kembali pakaianku, melangkahkan kakiku meninggalkan kelas, saat aku menyusuri lorong kelas dilantai tiga aku melihat pak danu bersandar di pagar lantai 3, tiba aku menjadi khawatir jangan jangan pak danu menyaksikan saat aku di kerjai rizal dan jhony.

"belum pulang rest..."

"ini mau pulang pak, tadi....ada tugas dikelas...pak danu lagi ngapain disini..."

"lagi santai aja rest...nikmati angin sepoi sepoi...oh ya kamu ga usah sungkan lagi sama bapak, bapak bisa bantu ko kalo mau balas perbuatan rizal dan jhony tadi dikelas"

aku sudah tidak bisa berkelit lagi jelas pak danu menyaksikan apa yang terjadi padaku di kelas tadi.

"emang bapak bisa lakuin apa ke rizal dan jhony..."

"kamu tenang aja lah rest, yang penting kamu terima dulu tawaran dulu dari pak hendra...soalnya bapak ga enak sama pak hendra kalo kamu sampe nolak..."

"kalo masalah pak hendra, resty udah pikirin, ga masalah tinggal tentuin harinya aja pak"

pak danu merogoh kantong celananya mengambil sebuah amplop dan pelastik kecil entah apa isinya.

"bagus lah kalo gitu...ini amplop isinya uang, setengah dari pembayaran, setengahnya lagi kalo kamu udah muasin pak hendra, bapak ga ngambil sepeserpun..."

pak danu menyerahkan amplop berisi uang satu juta, ini hal kedua yang mendebarkan jantungku yang pertama adalah saat vaginaku dimasukan penis lelaki, baru kali ini aku memegang uang satu juta yang benar benar milikku dan bisa kupakai terserah ku.

"tadi mely bilang katanya kamu takut hamil, ini bapak beliin obat anti hamil..."

ternyata kantong pelastik kecil itu isinya obat anti hamil sejenis pil KB mungkin, jika aku yang beli sendiri pasti dipertanyakan.

"terima kasih pak..."

"yadah sekarang kamu pulang saja, istirahat, nanti bapak telepon kamu kalo pak hendra sudah ada waktu buat kamu."

aku masih tak percaya aku tlah memilih menjadi cewe bayaran, tapi semua sudah terlanjur dari pada memberikan geratis ke rizal lebih baik ku jadikan uang kesenangan ini.

satu minggu berlalu pak danu belum memberi kabar tentang om hendra, rizal pun sudah lama ku putuskan, praktis satu minggu ini aku puasa penis.

sekitar jam sepuluh pagi dikelasku saat pelajaran sedang berlangsung tiba tiba pak danu datang kekelasku, bicara sejenak dengan bu fitri guru bahasa inggris dan tak lama pun bu inggrit memanggilku.

"resty...kamu boleh bereskan buku kamu dan ikut pak danu..."

"iya bu..."

aku bergegas merapihkan buku sepertinya aku akan pulang lebih awal, aku mengikuti pak danu keluar kelas.

"resty pak hendra mau ketemu sekarang, bapak udah siapin taxi di depan sekolah, taxi nya udah tahu alamat yang dituju, udah dibayar juga, jadi kamu tinggal naek aja..."

"apa resty boleh pulang dulu ganti baju..."

"jangan jangan pak hendra lebih suka sama cewe seragam SMA apalagi yang berhijab kaya kamu..."

aku mengikuti semua arahan pak danu, entah kemana taxi ini membawaku pergi tampaknya lebih jauh dari tempat mely dulu mengajakku, aku coba menenangkan diri dengan main game di hp ku, tanpa sadar taxi sudah memasuki perumahan mewah dan berhenti didepan rumah megah yang jika dikira kira mungkin luas tanahnya hampir sama dengan sekolahku.

"udah nyampe neng..."

"eh...iya pak...ongkosnya udah dibayar kan pak..."

"iya udah neng..."

aku turun dari taxi, apa iya aku harus mengucapkan salam jarak antara pagar kerumah saja seukuran panjang lapangan volly di sekolahku, aku mencari bel setelah ketemu ku tekan beberapa kali.

tak lama kemudian keluar seorang pria tua, tampaknya tukang kebun dirumah ini, pria itu membukakan gerbang dan menyuruhku masuk.

"ayo neng masuk, udah ditunggu"

aku mengikuti pria tua itu sampai ke ruang tamu...selang berapa waktu menunggu segelas air datang kini perempuan paruh baya yang mengantarkannya.

"udah lama rest..."

tiba tiba suara om hendra dari belakangku mengagetkan ku yang sedang melamun mengagumi rumah om hendra.

"eh om hendra...ga om, resty baru dateng ko..."

om hendra duduk disampingku namun tak terlalu dekat.

"om hendra tinggal sendirian ko sepi banget om rumahnya"

"rumah om yang sebenernya ada di pondok indah, ini cuma salah satu dari empat rumah yang om punya, sekalian buat investasi."

"sayang banget ya om rumah segede ini ga ditempatin, kenapa ga dikontrakin om"

"siapa yang mau ngontarak rumah sebesar ini, coba kamu pikir berapa perbulannya untuk rumah sebesar ini.,"

"iya juga om, mending kredit rumah"

aku mulai nyaman ngobrol dengan om hendra mungkin karna om hendra orang yang ramah dan supel, ataw karna dia bisnismen yang biasa negosiasi jadi tidak kaku menghadapi orang baru.

"oh ya kalo kamu mau, kamu bisa tinggal dirumah ini, om bisa kasih kamu supir buat nganter kamu sekolah."

"maksud om..."

"maksud om kamu jadi simpenan om, ataw piaraan ataw apalah namanya, om akan jamin semua kebutuhan kamu, tapi imbalannya kamu harus nurut sama om"

aku berfikir sejenak, mengenai tawaran om hendra membayangkan harta berlimpah dan hidup penuh kemewahan, tapi bagaimana orang tua ku, lalu mely aku takut mely menjadi cemburu aku yang baru terjun ke lembah hitam ini langsung mendapat kemewahan.

"resty belum kepikiran sampe situ om...lagian nanti resty bilang apa sama orang tua resty...tapi kalo om butuh resty tinggal telepon aja"

"ya sudah ga apa apa, minumnya udah selesai..."

"udah om..."

"yadah kalo gitu kita kekamar om ya"

aku beranjak mengikuti om hendra menaiki tangga menuju lantai dua, om hendra membiarkanku masuk lebih dulu ke sebuah kamar yang sangat luas dengan tempat tidur king size, saat aku mengagumi seisi kamar tiba tiba om hendra memeluk ku dari belakang.

"resty om sangat suka sekali sama cewe cewe berseragam SMA apa lagi yang berhijab seperti kamu."

om hendra melingkarkan tangannya di pinggang ku sambil kepalanya bertengger di pundak ku, aku tak tahu apa yang harus kulakukan ataw ku katakan, tapi tiba tiba saja aku merasa aneh, tubuhku merasa panas dan gatal dibagian payudara dan vaginaku.

"apa lagi saat membuka kancing demi kancing seragam sekolah, merasakan halus dan kenyalnya tete anak SMA kaya kamu rest..."

satu persatu kancing seragamku dibuka om hendra, menyusupkan tangannya ke balik BH ku meraba dan meremas lembut payudaraku.

"hsttt ach...om ough...ouch"

aku ikut meremas payudaraku diatas tangannya om hendra.

"resty om yakin tete kamu belum banyak yang menjamah, puting tetemu masih kecil, beda dengan mely yang sudah besar..."

"eengh....om...lebih keras dong..."

"apanya yang lebih keras rest..."

"eeengh...lebih keras ngeremesnya om...remes tete resty lebih keras...gatel banget om..."

semakin keras remasan om hendra dipayudaraku semakin tinggi hasratku untuk dipuaskan entah apa yang terjadi pada tubuhku tak biasanya seperti ini.

"sayang....kita ke kasur aja, pasti kamu pegel berdiri kaya gini"

om hendra menggiringku ketempat tidur yang besar di hempaskan nya aku ketempat tidur sampai terlentang, yang berarti om heru sudah tidak meremas payudaraku tapi entah kenapa aku tak bisa mengendalikan diriku.

tangan kiriku terus meremas payudaraku sementara tangan kanan menyingkap rokku memasukan tanganku ke celana dalamku , mengelus vaginaku yang terasa gatal. Aku seperti orang kesetanan.

"kamu kenapa rest..."

om hendra tersenyum melihatku meliuk liuk sambil meremas payudara dan memainkan vaginaku dengan jari.

"ayo om...eeengh...resty ga tahan lagi om...hsssttt...aaach..."

"ayo ngapain resty sayang...."

om hendra duduk disamping tubuhku yang menggeliat menahan nafsu.

"ngentot sama resty om....eeengh...engh...ayo om...entotin resty....memek resty gatel..."

om hendra terus tersenyum sambil membelai wajahku yang berhijab. Namun entah apa yang menggerakan tubuhku, aku langsung duduk dan memeluk om hendra langsung ku lumat bibirnya, tanganku dengan sigap melepaskan kancing demi kancing kemeja om hendra dan kulepas kemejanya.

kupeluk erat om hendra agar payudaraku dan dadanya saling menghimpit, sambil ku gerakan seolah dada om hendra menggilas payudaraku, entah apa yang membuatku seperti pelacur binal yang haus sex.

tak lama kemudian aku menjalarkan ciumanku ke leher, lalu dada om hendra, menghisap puting om hendra. Tapi tiba tiba om hendra mendorong tubuhku sampai terlentang lagi.

"sekarang giliran om, rest..."

om hendra melepas celananya dan celada dalamnya, penisnya tak sebesar punya pak danu. Om hendra mulai naik keatas tempat tidur menyingkap rok ku dan mengangkangkan kakiku lebar lebar, dan berlutut diantara kakiku, aku menatapnya penuh nafsu berharap om hendra segera melesakan penisnya di vaginaku.

"ayo om....resty udah ga tahan..."

saat aku ingin membuka celana dalamku om hendra menlarangnya.

"jangan rest...om ga mau kamu lepas kancut kamu, om juga ga mau kamu sampe bugil, apa bedanya kamu sama pelacur jalanan kalo bugil."

ternyata om hendra masih belum berniat menghujamkan penisnya di vaginaku, om hendra mendaratkan wajahnya diatas payudaraku.

"eeengh...sedot yang kuat om...sedot...ouch...remes...remes yang kuat..."

om hendra pun seperti orang yang kesetana meremas payudaraku seperti memeras cucian, sedotannya pun begitu kuat sampai payudaraku seperti ingin di telan om hendra, anehnya aku tak merasa kesakitan tapi kenikmatan yang amat sangat.

"terus om...trus ouch....trush...ouch ya...trus ooom...aaach"

cukup lama om hendra menikmati payudaraku, mungkin sudah puas bermain dengan payudaraku om hendra mulai menjalarkan lidahnya menjilat dan mencium perut, lalu paha mulusku, puncaknya om hendra menyingkap celana dalam ku yang menutupi vaginaku kesamping. Disana om hendra memainkan lidahnya menyapu belahan vaginaku, bahkan menyedot dan memasukan lidahnya ke liang vaginaku.

"om OUUUUGH....ya om enak...trus ouch...trus om...lagi sedot memek resty om....AAAAAAARRRGH..."

begitu nikmatnya aku sampai tak mampu membendung orgasmeku, aku mendadak lemas tapi om hendra trus menjilat vaginaku, tapi tak berapa lama om hendra mulai mengarahkan penisnya kevaginaku, aku diruruh menyingkap celana dalamku kesamping membuka jalan untuk penisnya.

"kamu masih kuat kan rest..."

"cepet om masukin, memek resty masih gatel"

dengan satu dorongan penis om hendra melesak masuk, dan om hendra mendaratkan tubuhnya diatas tubuhku menghimpit payudaraku.

"ooouch...rest memek kamu lebih sempit dari memek mely"

"ayo om...goyang ouch"

om hendra mulai menggoyang penisnya perlahan dan semakin cepat.

"AAAACH...OOM...OUCH....TRUS OM TERUUUS...TRUS OOOM ENTOTIN RESTY...OUCH"

aku yakin suaraku dapat terdengar sampai ke lantai satu rumah ini, mungkin pembantu om hendra juga dapat menebak apa yang terjadi didalam kamar seorang anak SMA sedang bersetubuh dengan seorang pria yang lebih cocok jadi anaknya.

"JANGAN BERENTI OM...OUCH OUCH OUCH...TRUS OOOM....OUUUCH...OM HENDRA KONTOL OM ENAAAAAK..."

aku hanya bisa pasrah tak berdaya dibawah tubuh om hendra, hanya teriakan untuk mengexpresikan kenikmatanku.

"resty....ouch...om...ouch...keluarin di dalem ya..."

"YA OM...ENGH...PENUHIN MEMEK RESTY...SAMA PEJU OM...OUUGH"

terasa sekali om hendra menyemprotkan spermanya didalam vaginaku, hangat dan nikmat, aku mulai khawatir jika om hendra sudah K.O sementara aku masih sangat birahi.

saat om hendra menarik penisnya aku melihat penisnya masih mengacung tegang, ternyata perkiraanku salah om hendra malah menyuruhku nungging. Bahkan aku tak mengira akan berlanjut karna waktu om hendra boking mely tak sampai selama ini.

"resty masih kuat kan...."

"iya om...ayo lagi om...ini enak banget om..."

aku sudah menungging dengan sedikit mengangkang om hendra kembali menyingkap celana dalamku entah kena tidak di buka saja dari pada ribet, tapi tak harus jadi masalah selama tidak jadi penghalang. om hendra mulai mendorong penisnya dan menggoyang pantatnya.

entahlah om hendra begitu perkasa, dia bisa membuatku lima kali orgasme dengan berbagai gaya, aku juga heran dengan staminaku yang kuat dan nafsuku yang mengelora, tiga jam lebih aku digarap om hendra, sampai juga ketitik akhir ketahananku, aku terlelap di pelukan om hendra.

ketika aku bangun, ternyata om hendra sudah tak ada ditempat tidur, kondisiku masih tak berubah seragamku yang masih tak terkancing dan payudara yang sudah keluar dari cup BH ku, dan celana dalamku yang terasa basah oleh sperma.

"udah bangun rest..."

"om hendra...ini jam berapa ya"

"jam lima sore...mengding kamu mandi trus makan, baru abis itu om telpon taxi buat antar kamu pulang"

"tapi resty ga bawa salinan om...celana dalem resty basah"

"kalo basah ya ga usah di pake, lagian saiapa yang tahu..."

benar juga apa kata om hendra, aku langsung kekamar mandi yang ada dikar, usai mandi dan merapihkan pakaianku, aku segera turun ternyata om hendra sedang makan di meja makan.

"ayo sini rest...makan bareng om..."

aku tak merasa sungkan lagi dengan om hendra aku langsung duduk dan menyendok nasi dan beberapa lauk pauknya.

"om, resty mau tanya boleh ga?"

"tanya apa"

"seinget resty dulu pas om sama mely...cuma setengah jam...tapi..."

aku sangat hati hati dalam menyusun kata kata takut om hendra tersinggung, tapi om hendra malah tersenyum.

"kalo sama mely dulu om cuma lagi pengen aja..."

"trus kalo sama resty,"

"kalo sama resty om pengen pake banget...jadi om minum obat kuat dulu..."

"oh...pantes aja kontol om kuat banget...ga loyo loyo..."

"bukan cuma itu rest...om juga masukin obat perangsang keminuman kamu..."

"ih om hendra iseng banget sih pantesan resty ngerasa aneh..."

"kalo ga gitu paling kamu cuma celentang aja sambil ngerang, ga seru dong kalo om udah strong tapi resty ga strong juga, tapi enak kan"

sebelum pulang om memberiku amplop berisi uang tampaknya lebih tebal dari yang dijanjikan, sepertinya aku mulai menyukai permainan ini, kepuasan materi dan birahi bisa kuraih.

bersambung

Return to “CERITA SEX”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest