bandarq agen bola
bandar bola sakong
bandarq qq online casino online

Indoforum88.com juga bisa di akses melalui www.indoforum88.net

Resty In Senior High School 2

kumpulan cerita hot
Forum rules
Forum rules
Untuk kenyamanan pembaca IndoForum88, harap membuat thread/postingan pada tempatnya.
Dan Username Banned - Akan dijatuhkan TANPA peringatan kepada member yang melanggar.

Dilarang membuat thread dan postingan dengan tujuan untuk menghina atau mencemarkan nama baik.
Sanksi deleted sampai dengan banned IP.
jay99
IF88 DONATOR
IF88 DONATOR
Posts: 94
Joined: Tue May 12, 2015 8:33 am

Resty In Senior High School 2

Postby jay99 » Wed Mar 09, 2016 2:45 pm

part 2

Ada pepatah mengatakan penyesalan selalu datang terlambat, kalau memang dia datang terlambat kenapa tidak disuruh pulang saja layaknya seorang siswa yang terlambat datang kesekolah, tak jauh beda dengan keperawananku yang hilang buat apa disesali, ambil nikmatnya saja.

"rest...udah selesai blum, anak anak udah pada ngumpul di lapangan..."

mely meneriakiku yang sedang salin pakaian olahraga di toilet, hari ini memang pelajaran olah raga untuk kali pertama.

"iya mel...sebentar..."

tak lama akupun keluar dari dalam toilet, seragam olahraga yang berbahan kaos dan sedikit ketat membuat membuat payudaraku lebih menonjol jika dibanding saat mengenakan seragam biasa, tak jauh beda juga dengan mely. Kami berdua berlari menuju lapangan dimana telah banya teman kami yang sudah mengatur barisan.

Saat ku lihat siapa guru olah raganya aku sangat terkejut, ingatanku langsung mundur ke saat aku mengintip mely sedang di dogy oleh seorang guru, ternyata orang itu adalah guru olah raga di sekolah ini, namanya pak Danu.

"oke anak anak, buat yang belum kenal bapak, nama bapak Danu Sutejo"

dari segi tampang pak danu biasa bisa saja masih jauh lebih ganteng rizal, tapi dari postur tubuh pak danu unggul, bajunya yang sedikit ketat memamerkan lekuk otot tubuh pak danu, apalagi jika ku ingat pak danu memiliki penis yang besar, mely pasti sangat menikmati disetubuhi lelaki seperti pak danu.

"sekarang kita pemanasan saja dulu setelah itu tanding volley, minggu depan baru masuk materi..."

tampaknya di minggu pertama ini masih bebas, setelah pemanasan beberapa siswa membentuk tim untuk sekedar latihan volley, sementara aku dan mely hanya duduk santai di pinggir lapangan sambil nonton mereka yang sedang latihan.

"mel...kamu ga ikut maen..."

tiba tiba pak danu menghampiri kami dan menyapa mely.

"Engga pak, lagi males lagian udah banyak yang pengen maen..."

pak danu pun langsung kembali mengawasi pertandingan volley.

"mel loe udah kenal lama sama pak danu..."

"dia guru olah raga gue pas di SMP...pas dia pindah ngajar ke sekolah ini kebetulan juga gue sekolah disini..."

ternyata mely dan pak danu sudah kenal lama, dan aku yakin kebetulan mely dan pak danu berada di sini bukanlah kebetulan, pasti mereka sudah punya hubungan khusus.

"pantesan kayanya pak danu kenal banget sama loe mel..."

mely hanya tersenyum, tapi tak lama kemudian pak danu memanggil mely untuk bermain menggantikan salah seorang siswi.

"mely...! Masuk gantian maen..."

"yah rest...sory ya gue tinggal dulu..."

mely berlari memasuki lapangan ternyata mely lumayan hebat dalam volley ball.

Duduk sendiri buatku bisa berbahaya bukan apa apa, kadang aku suka menghayal yang tidak tidak jika sedang sendiri yang bisa bangkitkan libidoku, entah apa yang kupikirkan ketika aku mengirim sms ke rizal.

"[zal loe bsa ke toilet ga, lg pngen nih]"

"[dibelakang gudang aja rest, tar gw kesana]"

"[ok]"

usai sms'an aku memperhatikan kelas rizal, setelah kulihat rizal keluar dari kelas akupun mengikutinya ke belakang gudang, jarak antara belakang gudang dan pagar tembok setinggi 3 meter yang mengelilingi sekolah hanya sekitar 2 meter biasa digunakan untuk menaruh bangku bekas.

"zal ni tempat aman ga,?"

"aman, tenang aja temen gue sering ko mojok disini kalo jam istirahat, dari pada ditoilet..."

aku langsung bersandar ditembok dan rizal tanpa diminta langsung merapatkan tubuhnya ke tubuhku.

"mau ngapain dulu ni rest..."

"jangan egois zal, puasin gue"

rizal langsung melumat bibirku dan tangannya meremas kuat kuat payudaraku, aku hanya bisa melenguh nikmat, namun rizal tak kunjung menyusupkan tangannya ke balik kaos olahragaku, rasanya kurang nikmat jika masih terhalang kaos.

aku berinisiatip untuk menyingkap sendiri kaos ku sampai diatas payudaraku, setelah itu baru rizal yang menyingkap BH ku.

"isep zal...isep tete gue...ough"

aku terus mengerang ke enakan sementara rizal hanya nafasnya yang terdengar memburu, juga kecipak dari isapan mulutnya di payudaraku.

tak puas sampai disitu aku melorotkan sendiri celana dan CD ku, tak terlalu sulit karna memang celana olahraga terbuat dari kaos dan karet di pinggang. Aku mengambil tangan kiri rizal dan ku arahkan ke selangkanganku, rizal pun mengerti apa yang ku inginkan.

"zal...itilnya zal AAAAACH..! iya zal trus enak banget...ouch ouch ouch..."

aku semakin tidak tahan apa lagi ketika rizal memasukan jarinya dan mengocok vaginaku dengan jarinya membuat vaginaku semakin basah, dan tiba tiba saja rizal berhenti dan mulai membuka resleting celananya.

"rest gue masukin kontol gue ya..."

"ya zal masukin cepet..."

rizal berusaha memasukan penisnya ke vaginaku tapi terlihat kesulitan dengan posisi berdiri rizal berkali kali merendahkan tubuhnya biar penisnya pas dan masuk.

"susah rest loe nungging aja,"

tanpa pikir panjang aku langsung menunggin bertumpu pada tumpukan bangku yang rusak, ku rasakan ujung penis rizal sudah menempel di liang vaginaku dan dengan satu dorongan penis rizal menyeruak masuk.

"ough....ayo zak....kocok memek gue...engh...engh...engh"

"memek loe sempit banget rest...argh enak banget..."

"trusss...zaaal...ough ough ough..."

hentakan penis rizal semakin cepat sampai menimbulkan suara benturan antara pantat ku dan selangkangan rizal, aku sempat berfikir bagaimana jika ada yang mendengar erangan dan suara gaduh yang kami hasilkan, tapi siapa juga yang akan kegudang saat jam pelajaran seperti ini.

"zal....memek gue ouch....AAAACH..."

tak lebih dari 20 menit aku mencapai orgasmeku, kenikmatan mengalir ke seluruh pembuludarah tubuhku. Tak berselang lama rizal juga menarik penisnya mengingat dia tak memakai kondom, rizal melanjutkan mengocok penisnya di luar vaginaku.

"rest...isepin kontol gue dong, nanggung nih"

bukan karna aku kasihan melihat rizal yang mengocok penisnya untuk mencapai orgasme, tapi memang aku sangat ingin merasakan semburan penis rizal didalam mulutku, tanpa pikir panjang aku langsung memasukan penis rizal kemulutku, tak sampai satu menit penis riza langsung menyemburkan sperma kemulutku.

"ooouuugggh....gila enak banget rest..."

aku terus menghisap penis rizal sampai benar benar penisnya menciut sampai seukuran ibu jari, setelah merasa puas aku kembali merapihkan pakaianku.

"rest kapan kapan kita cek in di hotel yu..."

"boleh aja, tapi loe yang bayar ya..."

>teeet...teeet...teeet<

tiba tiba bel istirahat berbunyi aku dan rizal bergegas seperti yang rizal bilah tempat ini saat istirahat akan jadi tempat para siswa mencuri kesempatan untuk merokok, benar saja saat menyusuri gang kami berpapasan dengan beberapa siswa.

"wah wah wah, loe abis ngapain zal...hai cewe..."

"zal bisa gue boking ga cewe loe..."

suara suara yang keluar dari mulut mereka sungguh merendahkanku, rizal hanya tersenyum dan terus menariku melewati mereka, bahkan ada yang sempat menepuk pantatku, tapi kuhanya diam takut terjadi keributan.

"yadah zal gue mau ganti baju dulu..."

aku berfikir dimana saat ini aku sudah terbiasa dengan free sex bahkan aku mulai kecanduan sampai sampai tak memilih tempat untuk melakukannya, dikelas, toilet, bahkan barusan dibelakang gudang. Entah jadi apa aku sekarang, cewe bispak, jablai ataw apalah istilahnya yang penting aku menikmati semua ini.

tak lama setelah itu, saat jam pelajaran bahasa indonesia yang hanya di kasih tugas soal dari buku, tentu hal ini sangat menjenuhkan.

"mel...nanti loe mau maen ga ke rumah gue..."

"hari ini rest...?"

"iya..."

untuk memecah kejenuhan aku ajak ngobrol saja mely, lagi pula siswa lain juga banyak yang mengerjakan soal tugas sambil ngobrol.

"yah...kalo hari ini gue ga bisa, udah ada janji sama orang..."

"yadah deh, emang loe janji sama siapa, cowo ya..."

"kalo loe bilang cowo emang bener...gimana kalo loe ikut gue aja..."

"ga ah, tar ganggu loe pacaran lagi..."

"ga lah...lagian siapa yang pacaran..."

"kalo bener ga ganggu, boleh deh gue ikut, lagian gue BT dirumah"

aku sama sekali tak tahu mely janjian dengan siapa, tapi hal itu memang tak penting aku hanya ingin bersenang senang dari pada dirumah sendirian yang ujung ujungnya akan memicu libidoku karna menghanyal yang tidak tidak.

Saat jam pelajaran berakhir aku dan mely bergegas meninggalkan kelas, saat di pinggir jalan yang kupikir sedang menunggu angkot, ternyata mely malah menyetop sebuah taxi.

"emang kita mau kemana mel, pake naek taxi segala..."

"udah loe ikut aja rest, tar juga loe tahu..."

taxi melaju membawa kami jauh dari sekolah, entah apa nama daerahnya aku tak tahu tapi mely menyetop taxi nya di depan sebuah cafe pinggir jalan dimana disebrang jalan terdapat gedung tinggi seperti apartemen.

sesampainya di cafe mely menyuruhku memesan sesuatu, sambil menunggu teman janjian mely.

"mel...makanan disini mahal ga, gue cuma bawa uang sedikit..."

"tenang aja rert, gue yang bayar...udah loe pesen aja yang loe suka"

aku berfikir banyak juga uang mely setelah tadi bayar taxi diatas seratus ribu, sekarang malah mau bayarin aku makan di cafe.

setelah melahap hidangan di cafe tak berapa lama kemudian aku melihat mely melambaikan tangannya sepertinya yang ditunggu sudah datang, tapi ketika aku menoleh kebelakang ternyata yang ditunggu mely adalah pak danu guru olahraga kami.

"hi mel...sorry ya lama, loh resty ikut juga..."

"oh ya, ga apa apa kan mely ajak resty..."

"ehm...ga apa apa sih, yadah kita udah ditunggu nih"

entah kemana lagi mely mengajakku pergi apalagi ada pak danu yang seorang guru, aku malah tambah risih. Langkah demi langkah semakin jelas bahwa kami akan menuju ke aparteme di sebrang cafe.

"mel, kita mau ke apartemen?"

"iya, ini apartemen punya pak danu rest"

"ih mau ngapain kita ke apartemen pak danu segala"

"udahlah rest, santai aja gue jamin loe bakal suka"

aku terpaksa trus mengikuti langkah mely menuju apartemen pak danu lagi pula sudah tanggung dan kalo harus pulang sekarang sepertinya uangku tak cukup untuk ongkos angkot apalagi taxi.

sesampainya di apartemen pak danu tampak seorang pria seusia ayahku sedang duduk di sofa, pria itu segera berdiri menyambut kami.

"sorry pak hendra kalo lama nunggu...oh ya ini mely yang saya ceritakan, masih kelas satu SMA..."

aku melihat pria yang disebut pak hendra itu tersenyum memandangi mely dari atas sampai bawah, jelas sekali pak hendra ini pasti pria hidung belang.

"yadah mel, langsung aja temenin om hendra bobo siang ya..."

perkataan pak danu membuat ku kaget apa mungking mely itu cewe bokingan om om.

"rest gue tinggal dulu sebentarnya...loe ngobrol ngobrol aja sama pak danu...pak danu jagain temen mely ya, jangan di apa apain"

aku tak bisa berkata apa apa, melihat mely di gandeng masuk kamar oleh pak hendra yang lebih pantas jadi orang tuanya.

sesaat setelah masuk kamar terdengar erangan mely jelas mereka bukan bobo siang tapi bersetubuh, pak danu tampak terbiasa dengan situasi seperti ini dengan santainya pak danu menonton tv tanpa terganggu suara suara erotis dari kamar.

"resty, pasti kamu ga nyangka ya kalo temen kamu mely itu cewe bokingan..."

aku tak tahu harus berkata apa, aku hanya merasa libidoku mulai naik mendengar suara suara erotis dari dalam kamar dan tak tahu harus berbuat apa.

"bapak ga maksa mely ko buat ngelayanin om om, bayaran yang diterima mely juga ga bapak potong, semua atas kemauan mely dan bapak cuma bantu..."

sekitar tiga puluh menit aku merasa mati tak mampu berkata dan melakukan apa apa dan tak lama kemudia om hendra keluar dari kamar dengan pakaian yang aut autan.

"eh pak hendra udah selesai..."

"ya...kapan kapan saya mau ajak mely ke villa saya di puncak"

"gampang bisa diatur..."

aku langsung memalingkan wajahku saat om hendra menatapku yang seakan menelanjangiku

"ehm...pak danu yang ini bisa ga..."

"oh...maaf pak hendra, ini blum bisa"

jelas sekali om hendra ingin membokingku. Untung pak danu masih menghargaiku, usai basa basi om hendra langsung meninggalkan apartemen pak danu, pak danu pun langsung duduk kembali disampingku.

Tak berapa lama tiba tiba mely keluar tanpa pakaian sehelaipun menghampiri pak danu yang duduk di sampingku.

"mely...pasti kamu belum puas ya sama pak hendra..."

lagi lagi aku dibuat terpaku semuanya begitu cepat, mely yang menghapiri pak danu, berlutut di depan selangkangan pak danu, dan pak danu yang sigap membuka celana mengeluarkan penisnya yang masih layu dan mely langsung melahapnya.

mely begitu bernafsu menghisap penis pak danu yang perlahan mulai mengeras, seperti penglihatanku dulu penis pak danu cukup besar, setelah terlihat tegang maximal mely langsung menaiki pak danu memasukan penis pak danu ke dalam vaginanya.

"pakh...ouch...ouch puasin mely pak ouch puasin mely pake kontol bapak ouch..."

"ayo mel...goyang pantat kamu, puasin memek kamu...puasin juga kontol bapak..."

ingin rasanya aku berpaling dari mereka namun tak bisa aku penasaran menyaksikan mely melonjak lonjak diatas pak danu, bahkan kini pak danu sudah membenamkan wajahnya di belahan payudara mely.

Tanpa sadar tanganku mulai meraba payudaraku sendiri meremasnya dan tanganku yang satunya lagi menekan sudut selangkanganku, aku sangat menikmati perbuatanku dan sudah tak perduli lagi, tiba tiba mely melenguh panjang sepertinya mely telah mencapai orgasmenya.

"OOOUUUGH...OUGH OUGH OUGH, udah pak, udah mely udah keluar ach ach..."

mely bangkit dari atas pangkuan pak danu, melepaskan penis pak danu yang masih gagah perkasa.

"mel...kontol bapak gimana, masih tegang nih..."

mely menatapku, aku berfikir jika aku harus meneruskan memuaskan pak danu, hanya satu ke khawatiran ku penis pak danu begitu besar aku takut vaginaku tak bisa menerimanya. Pak danu pun menatapku, matanya yang penuh nafsu seolah bukan pak danu yang ku kenal.

"engga mel, gue ngga mau, kontol pak danu gede banget..."

"engga apa apa rest, nanti juga enak, yadah gue mau istirahat dulu capek banget.. ."

mely meninggalkanku dengan pak danu yang sedang di selimuti hawa nafsu, sebenarnya aku bisa saja lari jika ini pemerkosaan, tapi aku hanya diam saat pak danu mendekatiku.

"resty sebenarnya bapak sudah tahu siapa kamu, jadi tidak usah ragu nikmati saja..."

pak danu mulai merangkulku, melepaskan kancing seragamku satu persatu.

"ma...maksud bapak apa?...resty ga ngerti..."

"dibelakang gudang, jangan pikir bapak tidak tahu..."

aku diam saja saat seragamku di lepas pak danu menyisakan BH berwarna pink tapi itu tak bertahan lama pak danu pun melepasnya dan aku hanya diam.

"sudahlah rest, kamu pasti lebih puas sama bapak, lihat saja mely bapak tak pernah minta, tapi mely yang selalu minta."

kini aku sudah telanjang dada, pak danu meraih tanganku dan di arahkan kepenisnya lingkar jariku tak mampu menggenggamnya sempurna, keras dan berurat kemudian pak danu mulai meremas payudaraku.

"resty...kontol rizal pacar kamu tak segede kontol bapak kan, kamu pasti puas, ketagihan seperti mely"

pak danu langsung melumat bibirku saling membelit lidah, memang beda permainan orang berpengalaman seperti pak danu dengan amatiran seperti rizal yang hanya bermain dengan nafsu.

tangan pak danu yang meremas payudaraku membuatku semakin melayang tak terlalu keras juga tak terlalu lemah apalagi saat memainkan puting susuku membuat sekujur tubuhku seperti dialiri listrik.

tak berapa lama dari situ pak danu meraih pengait rok ku dibelakang, tanpa di suruh aku membaringkan tubuhku di sofa membiarkan pak danu menarik rok ku dan tak lama celana dalam ku pun lepas, hanya tersisa hijab dikepalaku.

"pak danu, jilbab resty buka jangan..."

"jangan rest kamu lebih cantik pake jilbab..."

pak danu sendiri mulai melepaskan seluruh pakaiannya, aku semakin kagum bukan hanya penisnya saja yang berotot tapi tubuhnya juga, benar benar lelaki idaman walau dari segi tampang biasa biasa saja.

aku hanya terbaring pasrah di sofa dengan kaki menekuk dan mengangkang membiarkan pak danu merayap naik ketubuhku,

"rest, udah berapa cowo yang pernah ngentot sama kamu"

"baru rizal aja pak....itu juga baru dua kali..."

"jadi rizal yang merawanin kamu..."

kedua tangan pak danu meraba kedua bulatan payudaraku lalu turun ke pinggang dan mengelus paha dan berhenti di selangkanganku dengan satu tangan, ujung puting payudaraku dikecupnya sebelum melahapnya kebih dalam sedangkan jari nya bermain di vaginaku.

"i....iya pakh....ouch...ri....rizal ouch ngentotin resty...ouch...kemaren...di...rumah resty hsssttt...ach "

"hmpppmmuach...apa rizal yang maksa kamu...hmpppmhh"

pak danu bicara sambil asik mencium payudaraku dan mengorek vaginaku. Sementara aku trus menggeliat sambil menjawab pertanyaan pak danu.

"eeengh...ouch...engga pak....ouc...re...resty yang minta diperawanin...."

pak danu mencabut jarinya dari liang vaginaku dan melepaskan ciumannya di payudaraku, mendekatkan selangkangannya ke selangkanganku.

"jadi kamu doyan ngentot ya, baru semalem di perawanin besoknya malah minta di entot di belakang gudang"

pak danu mulai mengarahkan ujung penisnya keliang vaginaku.

"pak danu pelan pelan aja ya..."

"tenang aja rest ...memek kamu kayanya masih sempit banget jadi memang harus pelan pelan..."

aku mengangkangkan kakiku lebar lebar walaw sebenarnya tak membantu, kepala penis pak danu mulai menyeruak masuk sekitaran vaginaku mulai terasa sangat ketat aku khawatir akan sobek.

"pakh...ouch...sakit pakh...."

pak danu mempertahankan posisi penisnya di vaginaku dan tangannya meraih payudaraku mungkin maksud pak danu memberikan rasa nikmat di payudaraku agar mengurangi rasa sakit di vaginaku.

"eeengh...ouch pak...hssttt...ach"

"tahan aja ya rest sakitnya, bapak udah nafsu banget sama memek kamu..."

perlahan tapi pasti pak danu menekan penisnya dengan satu dorongan masuk kevaginaku terasa ketat dan perih di sekelilig vaginaku namun rasa penuh didalam vaginaku memberikan sensasi nikmat.

"OOOOUCH....ach pak danu....engh sakit pak...kontol bapak gede banget...ouch"

pak danu langsung mendaratkan tubuh berototnya diatas tubuhku menghimpit payudaraku membelai wajahku yang berkeringat, mengecup lembut bibirku.

"rest....memek kamu sempit, sempit banget...enak"

pak danu mulai menarik penisnya dan mendorongnya perlahan, lagi dan lagi sampai rasa perihku tergantikan dengan kenikmatan.

"ouch rest...kayaknya kamu sudah ke enakan ya, memek kamu seperti mijit mijit kontol bapak..."

"eeengh...ouch iya pak...enak, enak banget ouc...resty suka kontol bapak..."

tanganku mulai memeluk pak danu terkadang memegang kepala saat pak danu mencium bibirku, kakiku yang tadi hanya mengangkan kini sudah mengait ke kaki pak danu membantu mengangkat pantatku mengejar kenikmatan.

"paaakh danu ouch....resty ga kuat pakh...memek resty ga tahan lagi..."

"tahan rest....bapak juga mau keluar...ouch..."

"pak....pak danu ouch....jangan di keluarin didalem pak...ouch ouch...resty isepin aja kontol bapak..."

bagaimanapun aku tak mau sampai hamil karna kenikmatan sesaat, tapi bukannya mencabut penis dari vaginaku pak danu malah semakin cepat memompa vaginaku.

" OUCH PAK DANU....STOP JANGAN KELUAR DIDALEM...OUCH OUCH OUCH...PAK DANU..."

pak danu sudah seperti kesetanan tak perduli ke khawatiranku tak banyak yang bisa kulakukan selain meronta walaw sebenarnya ku sangat menikmati tapi tetap saja aku tak mau hamil, apalah dayaku seorang anak SMA ditindih seorang guru olahraga dengan tubuh berotot.

"resty....ouch...resty....bapak ga kuat lagi... OOOUUUUUGH..."

"pak danu AAAAAAAUUUUGH...ACH...ACH...ACH..."

akhirnya aku dan pak danu orgasme bersamaan, semburan seperma terasa hangat mengisi rongga vaginaku, aku sudah pasrah dengan apa yang terjadi dengan diriku, pak danu sendiri sempat melumat bibirku sebelum dia mencabut penisnya dari vaginaku, dan beranjak pergi ke kamar mandi, aku sendiri hanya tergeletak lemas di atas sofa dengan kaki mengangkang dan hijabku yang sudah berantakan.

tak berapa lama mely keluar dari kamar menghampiriku.

"sorry ya rest...gara gara gue loe jadi dientot sama pak danu..."

"ga apa apa mel...gue nikmatin ko..."

aku bangkit dari tidurku dan mengambil baju dan rok ku yang berserakan dilantai lalu duduk kembali disamping mely.

"tapi mel...tadi pak danu keluar di dalem, gue taku hamil mel..."

"oh kalo itu loe ga usah khawatir rest...pak danu cerai dengan istrinya karana pak danu ga bisa ngasih anak..."

"maksud loe pak danu mandul..."

"iya, gue dari SMP udah ngentot sama pak danu, ga ada masalah tuh"

aku jadi tengang setelah mengetahui bahwa pak danu mandul, malah aku jadi senang artinya aku tak perlu pikir panjang jika ingin berhubungan badan lagi dengan pak danu.

sebelum aku dan mely meninggalkan apartemen pak danu, pak danu memberi ku uang lima ratus ribu pak danu bilang uang terima kasih karna sudah mau melayaninya, aku berfikir jika aku sudah seperti cewe bayaran.

bersambung

Return to “CERITA SEX”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 3 guests