bandar sakong agen bola
bandar bola sakong
bandarq qq online casino online

Indoforum88.com juga bisa di akses melalui www.indoforum88.net

Mona Ratuliu

kumpulan cerita hot
Forum rules
Forum rules
Untuk kenyamanan pembaca IndoForum88, harap membuat thread/postingan pada tempatnya.
Dan Username Banned - Akan dijatuhkan TANPA peringatan kepada member yang melanggar.

Dilarang membuat thread dan postingan dengan tujuan untuk menghina atau mencemarkan nama baik.
Sanksi deleted sampai dengan banned IP.
jay99
IF88 DONATOR
IF88 DONATOR
Posts: 94
Joined: Tue May 12, 2015 8:33 am

Mona Ratuliu

Postby jay99 » Wed Mar 09, 2016 2:43 pm

Siapa yang tidak kenal artis cantik Mona Ratuliu kelahiran 31 Januari 1982 dijakarta Jakarta, namanya mulai menanjak semenjak membintangi sinetron pelangi dimatamu sekitar tahun 2001-2002 artis cantik yang memiliki tinggi badan 170cm sampai saat ini masih terlihat menawan meskipun sudah memiliki 3 orang anak hasil pernikahannya dengan indra brasco 2002 silam, tak ada yang aneh dalam kehidupan keluarga mereka termasuk dalam urusan ranjang mona ratuliu selalu terpuaskan hasrat sexnya dengan gaya bercinta indra yang strong...tapi siapa yang tahu dalam hati mona ratuliu menyimpan apa...

matahari belum lama bersinar, masih sekitar pukul 7 pagi, biasanya jam jam segini, di setiap rumah terdengar aktifitas memasak, menebarkan aroma masakan yang menggugah selera.

Tapi suasana berbeda terjadi di kediaman mona ratuliu, suasa rumah masih sepi tak ada kegiatan anak anak mereka sudah berangkat sekolah sedangkan anak yang ketiga masih terlelap di kamarnya, namun tidak di kamar mona ratuliu, terdengar desahan penuh birahi.

"Aach...mas...ough...pelan pelan dong mash...ough...AaaUuuch..."

"Ach...ach...ach...Ayo sayang...truss...mendesah...ach ach ach...mas suka desahanmu...Ach...Ach...Ach"

indra brasco memompa vagina mona ratuliu dengan hentakan yang kuat samapai terdengar seperti sebuah tamparan di selangkangan mona ratuliu, tak berapa lama indra brasco menyuruh mona ratuliu menungging menghadapkan bongkahan pantatnya yang putih mulus dihadapan suaminya indra brasco...

PLAAAK...PLAAAK... Berapa kali indra brasco menampar bongkahan pantat mona sambil di elus elus sebelum akhirnya menghujamkan penisnya ke vagina mona ratuliu

"Ouugh sayang...memek mu masih enak aja...ough ough mas jadi gemes sama memek mu..."

"Ach...mash...trus...ach yang kenceng mash...ough...aengh..."

tubuh mona ratuliu melojak lonjak akibat hentakan penis indra brasco yang bertenaga.

"ACH ACH ACH...AAAAACHHH...OUCH..."

akhirnya indra brasco menumpahkan spermanya di dalam vagina mona ratuliu dan mencabut penisnya, seketika mona ratuliu langsung tumbang ke samping dengan nafas tersengal.

Sementara indra brasco langsung ke kamar mandi...

ternyata tak jauh dari kamar mereka ada sepasang mata yang mengawasi persetubuhan mona ratuliu dan suaminya, dia adalah saudara jauhnya indra brasco namanya resty.

biasanya jam segini resty sudah berangkat kuliah tapi entah kesiangan ataw tak ada kuliah sehingga resty menyaksikan adegan ranjang mona ratuliu dan suaminya.

beberapa saat kemudian mona ratuliu masih betah di tempat tidur hanya menutupi tubuhnya dengan selimut, sementara indra brasco sudah berpakaian rapih bersiap untuk berangkat kerja.

"Oh ya sayang, nanti pak parno mau beresin taman kita, ya kamu urusin masalah makan minum aja, kalo bayaran aku yang urus..."

"oh...yadah gampanglah itu..."

setelah mengecup istrinya indra brasco langsung berangkat kerja...Memang ritual sex sebelum bekerja hampir sering dilakukan selama masa pernikahan mereka, bagi indra brasco kepuasan sex bisa menaikan mod.

sementara resty mengurung diri dikamar trus membayangkan adegan ranjang yang baru saja di lihatnya.

beberapa saat setelah indra brasco berangkat kerja, mona ratuliu mulai merapihkan diri mandi, usai mandi mona ratuliu memakai pakaian sehari hari berupa t-shirt ketat lengan pendek dan jeans ketat namun kecantikan dan sisi sensual mona tetap terpancar, dan tak berapa lama terdengar bunyi bel.

"oh ya...pasti pak parno yang mau beresin taman..."

mona ratuliu melangkah keluar tapi yang tampak malah sosok pria muda malah lebih ke anak anak.

"maaf ya de...ada perlu apa ya?..."

"maaf bu...saya anaknya pak parno yang mau beresin taman dirumah ibu..."

"emang pak parnonya kemana?"

"bapak lagi kurang sehat...jadi saya yang gantiin, tidak enak sama pak indra soalnya sudah dibayar"

"oh...yadah deh...ayo masuk...kamu bawa peralatan kan...oh ya nama kamu siapa..."

"saya syaipudin tapi biasa di panggil udin..."

"kamu kenal saya kan..."

"iya...ibu...mona ratuliu yang artis itu kan..."

"yadah terserah kamu mau mulai beresin dari mana...pokoknya saya tahu beres"

akhirnya mona ratuliu kembali masuk kedalam rumah untuk mengurus anaknya yang paling kecil usianya hampir satu tahun , sedangkan udin langsung bekerja merapihkan taman.

beberapa saat kemudian sambil menggendong anaknya mona Ratuliu menuju ke depan rumah dan duduk sambil mengawasi kinerja udin.

Mona ratuliu memperhatikan udin mulai dari parasnya yang biasa biasa saja mona ratuliu memperkerikan usianya paling 17 tahun, kulitnya yang gelap namun badannya lumayan tegap, entah godaan setan dari mana tiba tiba terlintas di pikiran mona ratuliu untuk menggoda udin, malah vaginanya mulai terasa gatal.

jujur saja walaw selama ini kebutuhan sexnya selalu terpenuhi namun ada satu yang menganjal di hati mona ratuliu, dimana setiap berhubungan sex selalu saja indra brasco yang memegang kendali, kapan harus foreply kapan penetrasi ataw kapan berganti gaya semuanya dikendalikan indra brasco.

pikiran mesumnya membuat mona ratuliu menjadi terangsang, saat dia lihat anak nya tertidur di gendongannya mona ratuliu langsung masuk kembali kerumah menuju kamar anaknya dan menaruhnya di tempat tidur.

Mona ratuliu kembali mengawasi udin entah apa yang terjadi birahi mona ratuliu semakin menanjak tanpa dia sadari jari jemari mona ratuliu mulai meremas remas payudaranya sendiri, tak tahan lagi menahan sensasi birahi dan khayalan mesumnya, tanpa memperdulikan lagi harga dirinya mona ratuliu memutuskan untuk memanggil udin masuk kedalam rumah.

"udin..." sambil melambaikan tangan sebagai ajakan kepada udin, udinpun langsung menghampiri mona ratuliu.

"iya bu...ada apa ya..."

"istirahat dulu...ada kue di dapur...yu..." udin merasa heran padahal dia baru kerja 1 jam tapi sudah disuruh istirahat, dengan masih perasaan heran udin mengikuti mona ratuliu ke dapur.

Sesampainya di dapur mona ratuliu mengeluarkan beberapa potong brownis dan menuangkan air kulkas di gelas, udin yang masih bingung dan menjadi kaku tak tau harus berbuat apa.

"loh kok bengong aja...sini duduk, dimakan kuenya..."

"i...iya bu terima kasih..."

"jangan panggil ibu, panggil mba ja..."

Udin langsung melahap kue yang disediakan mona ratuliu tanpa sungkan lagi, mona ratuliu pun duduk menemani udin di meja makan.

"kamu punya pacar din..."

"ehm...blum bu...eh mba, lagian siapa yang mau sama saya udah jelek miskin lagi..."

"oh...jadi kamu belum ngerasain dong..."

"ngerasain apa mba..."

tampaknya udin blum memahami arah pembicaraan mona ratuliu.

"ya ngerasain enaknya pacaran..."

"emang kalo orang pacaran ngapain aja mba..."

"ya banyak...pelukan, ciuman...bahkan bisa ngentot..."

Udin terbengong dan tampak menelan ludah, sementara mona ratuliu semakin mendekatkan diri ke udin.

"kamu pernah ciuman...?"

udin menggeleng

"megang tete perempuan?"

udin menggeleng lagi.

"mau megang tete perempuan?"

udin hanya terdiam, tapi mona ratuliu beranjak berdiri disamping udin.

mona ratuliu meraih tangan udin dan meletakan di atas payudaranya namun segera di tarik lagi oleh udin, dan mona ratuliu menahannya dengan sedikit marah.

"denger ya din, kalo kamu ga nurut sama mba, mba bakal bilang ke suami mba kalo kamu mau perkosa mba"

wajah udin masih terlihat panik namun dia sudah tak melawan saat tangannya kembali ditarik ke payudara mona ratuliu.

"Sekarang kamu remes tete mba..." udin mulai meremas remas payudara mona ratuliu, lama kelamaan udin tampak bisa menikmati kenyalnya payudara mona ratuliu yang masih terbungkus kaos dan bra.

"lebih keras dong din...eeengh...hhsssttt...ach" mona ratuliu mulai mendesah sambil menengadah memejamkan matanya, ketika udin meremas bongkahan payudara mona ratuliu dengan bertenaga.

tapi tiba tiba mona ratuliu menepis tangan udin, membuat udin menjadi bingung, tadi minta diremes sekarang ngga boleh.

tanpa mona ratuiliu sadari entah sejak kapan resty sudah mengawasi dari balik tembok dapur

"gimana din...enak ga...?"

"e...enak mba...kenyal kenyal"

"mau lagi...?"

"ma...mau mba"

"enak aja...kalo udin mau megang tete mba lagi udin harus minta dan mohon sama mba"

mona ratuliu tampak senang sekali baru kali ini dia bisa mempermainkan nafsu lelaki.

udin tampak berpikir, canggung dan gugup entah apa yang harus dia katakan sementara nafsunya sudah terpancing dengan kenyalnya payudara mona ratuliu.

"e...mba mona... Boleh ga udin...pegang tete mba lagi..."

"udin mau pegan aja...ngga mau yang laen..."

"e...mau ngeremes juga mba.."

"ehm...yadadeh nih mba kasih"

tiba tiba saja mona ratuliu melepaskan kaos yang dia kenakan seketika mulusnya bulatan payudara mona ratuliu yang masih terbalut bra warna hitam terpampang di depan wajah udin.

udin langsung ingin menjamahnya namun mona ratuliu menepisnya lagi

"kenapa lagi mba..."

"BH mba belom dibuka, bukain dong..."

dengan gemetar kedua tangan udin berusaha meraih pengait bra dibelakan tubuh mona ratuliu, gimana ga gemeteran ketika meraih pengait bra mona ratuliu otomatis wajahnya semakin dekat dengan payudara mona ratuliu.

ketika pengaitnya dilepas bra yang dikenakan mona ratuliu langsung meluncur kebawah, dan dengan lembut mona ratuliu menekan kepala udin ke payudara sebelah kanan dan meraih tangan kanan udin ke payudara sebelah kiri.

sementara itu tiba tiba saja resty mendengar pintu gerba ada yang buka dan secepat kilat resty langsung berlari ke depan rumah, dan ternyata indra brasco yang datang.

resmon.jpegresty

"lho ko om indra balik lagi..."

"ada yang ketinggalan, kamu sendiri belum berangkat kuliah..."

"eee...resty libur om...oh ya memang apa yang ketinggalan biar resty ambilin"

"engga usah biar om ambil sendiri"

indra berusaha masuk ke dalam rumah namun di halangi oleh resty.

"kenapa sih rest...tanteh kamu mana..."

"jus...justru itu om, tante mona lagi..."

"lagi apa rest..."

Pertanyaan indra brasco dijawab resty dengan tarikan tangannya membawa indra brasco ke arah dapur.

resty langsung membekap mulut indra brasco dan memberikan isarat agar tenang agar mereka bisa menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"ayo din isepin tete mba...remesin juga."

udin memang belum pengalaman namun naluri alam membuat udin tak perlu belajar untuk menikmati payudara mona ratuliu yang menggiurkan, tampak udin mulai menjilat dan mengemut payudara mona ratuliu.

"ouch...ouch..ouch...ayo din lebih kuat lagi ngisepnya...Aaaaeengh...udiiin pentil tete mba dimaenin dongh...Ouuugh...Enaaak din...terus..."

mona ratuliu tampak menikmati sekali, tangannya tak henti henti membelai kepala udin di payudaranya mulutnya tak henti henti mendesah, kadang mona ratuliu menggigit bibir bawahnya sebagai expresi kenikmatan.

Setelah beberapa saat dibuai dengan hisapan dan remasan udin di payudaranya, mona ratuliu menyuruh udin berhenti, payudara mona ratuliu tampak basah oleh air liur udin.

"udah dulu din..."

setelah udin melepaskan maenan barunya, mona ratuliu langsung mengambil bangku menariknya dari meja makan, dan mona ratuliu menurunkan celana jeansnya sekaligus Cd nya yang berwarna hitam sebatas dengkul, udin semakin terpukau menatap mulusnya paha mona, bahkan pandangan udin terpatri di sekumpulan bulu hitam yang membentuk segi tiga di selangkangan mona ratuliu.

kemudian mona ratuliu duduk di bangku menatap udin yang masih terpaku.

sementara di sisi lain resty segera menarik tangan indra brasco menuju kamarnya.

"rest ngapain kita kemar kamu, seharusnya kita hentikan perbuatan mereka"

"om indra, sekalipun kita bawa mereka kekantor polisi itu ga akan merubah kenyataan kalo tante mona udah menghianati om indra, dan om ga bakal dapet apa apa selain sakit hati"

"trus om harus gimana..."

"kita bikin impas aja...gimana..."

"maksud kamu apa rest..."

"kalo tante mona bisa seneng seneng sama tukang kebun itu, om indra juga bisa seneng seneng sama resty...dikamar ini..."

resty mulai tersenyum binal, ditambah lagi resty juga mulai melepaskan tshirt yang dikenakannya, indra brasco hanya terdiam terpaku.

berbeda dengan mona ratuliu yang semakin agresif.

"ngapain bengong din...sini tarik celana mba sampai lepas" udin menghampiri mona ratuliu dan menarik celana jeans mona ratuliu disusul dengan menarik CD sampai lepas.

udin masih terbengong bengong baru kali ini melihan perempuan dengan tubuh putih mulus tanpa pakaian sehelaipun terpampang di hadapannya.

"sini din jongkok depan mba" mona ratuliu sambil mengangkangkan kakinya lebar lebar dan mengelus elus belahan vaginanya sementara udin yang berlutut di depan vagina mona ratuliu memandang takjub selangkangan yang putih mulus, dengan bulu bulu yang tubuh diatas belahan vagina mona ratuliu

"gimana din, mau nyobain jilatin memek mba trus ngentotin memek mba..."

"e...mau mba...mau banget..."tampak udin menelan ludahnya menatap mona ratuliu yang mengelus elus vaginanya.

"yadah sini din, jilatin memek mba..."

udin mendekatkan wajahnya kevagina mona ratuliu menjulurkan lidahnya dan menyapukan kebelahan vagina mona ratuliu dari bawah keatas

keadaan di kamar resty mulai memanas kini indra brasco mulai memeluk resty yang sudah setengah telanjang sambil melumat bibir dan meremas payudara resty.

"trush om...ouch hmpmpmpmuach...lagi om ouch hmpmpmuach..."

indra brasco menggiring resty ke tempat tidurnya, mendorongnya sampai terlentang, dan dengan sigap menarik lepas celana resty.

situasi tak kalah erotispun terjadi di dapur antara mona ratuliu dan udin si anak tukang kebun.

"OOUGH...ayo din jilat lagi , kenain itil mba" mona ratuliu langsung merinding menerima jilatan pertama udin, sambil meremas payudaranya sendiri mona ratuliu terus mengeluarkan desahan yang fulgar.

"aaaeeengh...terus din, ough itil mba din ouuugh...emut itil mba din...aaach...iya...gitu din...enaaakh..." Mona ratuliu semakin kesetana sekarang kedua pahanya mengapit kepala udin, dan udinpun semakin bernafsun menjilat vagina Mona ratuliu.

"din...ouch...masukin jari kamu ke memek mba...OUUUGH...lagi din masukin dua jari kamu...OOOUUUGH...iya din ENAAAK...trus Din kobel memek mba...AAAAEEENGH...trus din sambil jilat itil mba...OUGH..." gelijang tubuh Mona ratuliu membuat bangku yang di duduki Mona ratuliu berdecit decit.

"OOOUGH...DIIIN...MEMEK MBA GA TAHAN LAGI...OUGH MBA MAU KELUAAAR...ACH ACH ACH...AAAAEEEECH..." Mona ratuliu orgasme hebat sambil menahan kepala udin di selangkangannya...

"ouch ayo din isep memek mba...telen peju mba...ouch yah trus din abisin semua din peju mba..." Mona ratuliu tampak lemas dengan nafas tersengal sementara udin masih mejilati vagina Mona ratuliu.

selangkah lebih maju dikamar resty indra brasco sudah melesakkan penisnya ke vagina resty yang terlentang tak berdaya menghadapi keperkasaan indra brasco.

"om...ouch ouch ya om enak ouch...trus om..."

"resty om ga nyangka...engh engh...kamu udah ga perawan...ouuugh...tapi memek kamu enak ouch..."

sementara indra brasco sudah setengah jalan, mona ratuliu justru baru mau mulai permainan sebenarnya.

"din...mana kontol kamu..."

"e...apa mba" udin merasa kurang yakin dengan apa yang diminta Mona ratuliu

"kontol kamu din, kamu punya kontol kan...sekarang buka celana kamu"

"i...iya mba..." dengan agak sedikit terburu buru udin melorotkan cela pendek berikut kolornya dan penis udin langsung mengacung.

"sekarang kamu yang duduk din..." udin mengantikan Mona ratuliu duduk dibangku sedangkan Mona ratuliu berlutut dihadapan penis udin,

"kontol kamu gede juga din" Mona ratuliu beberapakali mengocok penis udin dengan jemarinya sebelum akhirnya mona memasukan penis udin ke mulutnya tanpa memperdulikan bentuk dan baunya.

"Ouugh...mba...enak banget ough..." udin sangat menikmati pengalaman pertamanya di sepong perempuan, sementara asyik seperti menikmati lolypop

"udah dulu din...sekarang kamu berbaring di lantai" udin menuruti perintah Mona ratuliu berbaring di lantai yang keras dan dingin

"pegang kontol kamu...mba mau masukin kontol kamu ke memek mba..."

udinpun menurut dipegang penisnya mengacung keatas, sementara Mona ratuliu mulai mengangkangi penis udin dan perlahan menurunkan pantatnya

"arahin kontol kamu ke memek mba din...OOOUUUGH...DIIIN kontol kamu keras banget mba masukin sampe mentok ya..." Mona ratuliu terus menurunkan pantatnya sampai vaginanya menelan habis penis udin.

kedua tangan Mona ratuliu bertumpu pada lantai sebelum akhirnya dia menggoyang pantatnya mengeluar masukan penis udin di vaginanya

"ough...yeah...enak ough kontol kamu enak din...ouch...ouch ouch..."

"auuch...mba...ouch...mba mona...memek mba...ouch...juga nikmat...truss mba ouch ouch ouch..."

Mona ratuliu terus melonjak lonjak kadang memutar mutar pantatnya membuat udin kelojotan, dan payudara Mona ratuliu yang menggantung terpental kesana kemari langsung ditangkap udin dan diremasnya dengan sangat kuat untuk mengimbangi kenikmatan di penisnya

"iya din...ouch...remesin tete mba...bikin tete mba jadi enak...ouch...sama kaya memek mba...ough din...memek mba dah ga kuat din...enak banget ough" menjelang orgasme keduanya Mona ratuliu mencabut vaginanya dari penis udin, dan merangkak sampai vagina nya tepat diatas muka udin

"ayo din jilat memek mba, mba mau crot nih"

"isepin kontol udin juga dong mba...kontol udin juga mau crot"

akhirnya Mona ratuliu berputar membentuk posisi 69 udin segera memeluk pantat Mona ratuliu dan menghisap vaginanya, dan Mona ratuliu pun mulai mengemut penis udin

"empmpach...empmpmmach...ouch...ayo din jilat itil mba"

"ouch mba...empcmpmc,.mba ouch...empmmuach..." mereka berdua saling berpacu dalam birahi sampai akhirnya mereka orgasme hampir bersamaan.

"ough.,.EMMMHHMPPPMM..." Mona ratuliu menikmati orgasmenya sambil mengemut penis udin begitupun udin menikmati orgasmenya sambil membenamkan wajahnya di vagina Mona ratuliu.

Mona ratuliu membaringkan tubuhnya disamping udin sesaat menatap penis udin yang sudah layu, dengan nafas tersengal Mona ratuliu tersenyum puas dengan lelehan sperma dari penis udin yang mengalir di sudut bibirnya. Keadaan tak jauh beda dengan udin nafas tersengal dan mulut yang belepotan sperma dari vagina Mona ratuliu.

Beberapa saat kemudian udin kembali membereskan pekerjaannya di taman sedangkan Mona ratuliu tertidur pulas dikamar anaknya.

sementara itu mona ratuliu sama sekali tak mengetahui jika suaminya berada di kamar resty, mereka tidur saling berpelukan tentu saja masih tanpa busana hanya selimut yang menyelimuti mereka.

"om indra...gimana kalo perbuatan tante mona dan tukang kebun itu kita jadiin senjata, suapaya kita bisa bebas, soalnya resty suka banget ngentot sama om indra..."

"tenang aja rest semua bisa diatur"

Return to “CERITA SEX”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest