bandarq agen bola
bandar bola sakong
bandarq qq online casino online

Indoforum88.com juga bisa di akses melalui www.indoforum88.net

Pesta Sex Pemerkosaan SPG Cantik

cerita sex pemerkosaan
Forum rules
Forum rules
Untuk kenyamanan pembaca IndoForum88, harap membuat thread/postingan pada tempatnya.
Dan Username Banned - Akan dijatuhkan TANPA peringatan kepada member yang melanggar.

Dilarang membuat thread dan postingan dengan tujuan untuk menghina atau mencemarkan nama baik.
Sanksi deleted sampai dengan banned IP.
User avatar
melati
IF88 Holic
IF88 Holic
Posts: 139
Joined: Tue May 12, 2015 9:41 am

Pesta Sex Pemerkosaan SPG Cantik

Postby melati » Sun Oct 04, 2015 12:39 pm

NCerita sex|Cerita hot|Cerita dewasa|Forum dewasa

amaku Adi, aku mahasiswa salah satu universitas swasta terkenal di jurusan ilmu komputer di Jakarta. Kejadian dalam cerita ini terjadi saat pameran GAIKINDO AUTO EXPO 11th, di Jakarta Convention Center, Senayan. Malam itu malam penutupan pameran tanggal 29 Juli 2001, aku bersama geng-ku datang ke pameran itu, di sana banyak Sales Promotion Girl (SPG) yang cantik, seksi, dan mengundang nafsu, dengan baju tank top ketat dan rok mini mereka menawarkan “produk” mereka agar laku dijual ke para pengunjung, terutama laki-laki hidung belang.

Pameran itu juga dimeriahkan dengan kehadiran para penari erotis di stand Isuzu, Peugeot, Daihatsu, dan peragaan busana yang membuat air liur menetes di stand BMW. Aku hanya bisa meneteskan air liur saja melihat mobil mewah dan cewek cantik yang merupakan kombinasi kenikmatan hidup bagi seorang lelaki sejati, maklum aja, aku belum punya pacar dan hanya naik motor Tornado hijau butut ke kampus dan sehari-hari aku menjadi sales aksesories HP dan jual-beli HP bekas. Terutama Samsung SGH-600.

Aku pergi bersama-sama anak-anak geng-ku, yaitu bosku Joni, dia yang menyediakan transportasi yaitu Panther merah New-Royale tahun 1997. Konon kabarnya, ia pernah merampas kesucian tiga gadis teman SMU-ku sekaligus pada malam yang sama saat mereka “piknik” di villa-nya di Ciater. Memang uang dan kekuasaan pasti akan membawa kenikmatan tersendiri bagi orang yang memilikinya. Kami satu geng merupakan teman sejak di SMU. Jumlah geng kami hanya berjumlah 7 orang dan semuanya “batangan” alias tidak ada cewek-nya.

Tak kusangka dari sekian banyak SPG cantik, terlintas olehku Dinda, cewek bunga kelasku yang pernah mempermainkanku bersama kedua temannya Susan dan Siska. Timbul niat jahatku untuk membalas perbuatan jahatnya padaku, karena dia pula ujian Kalkulus-ku dapat nilai D. Karena saat ujian dia duduk tepat di depanku, dan CD-nya mencuat ke permukaan, terang saja saat ujian aku tak dapat konsentrasi dan mengerjakan soal dengan benar.

Dia yang menjaga stand, langsung kuhampiri dia dan menanyakan kabarnya, “Hi, Kok kamu ada di sini?” “Iya, udah seminggu nih,” jawabnya santai. Kami berbincang-bincang sebentar dan kuperkenalkan pada teman-temanku, mereka ngobrol, dan Joni bosku menawarkan tumpangan pulang, karena sudah sekitar jam 21.00, dan pameran hampir usai, maka Dinda tanpa pikir panjang langsung mengiyakan tawaran bosku. Dia langsung berkemas dan tidak ganti baju lagi karena katanya dia kenal dengan pemilik perusahaan itu. Dia minta diantarkan ke kostnya tempat kami berempat bermain dulu.

Untuk ukuran SPG, busananya tergolong sopan dan tertutup, dia mengenakan kaos ketat hitam yang tertutup sampai leher dan siku, dan rok pendek hitam yang hanya 5 cm di atas lutut. Setelan warna hitamnya sangat serasi dipadupadankan dengan kalung di lehernya dan Nokia 8810 digantungkan di depan dadanya. Kami berjalan menuju mobil, entah apa yang dipikirkan Dinda saat ia menerima ajakan tadi, apakah ia sudah tidak waras? Dinda duduk di bangku depan kami berdelapan masuk, dan Joni langsung tancap gas menuju rumahnya, Dinda bingung, tapi Joni bilang dia tahu jalan pintas. Ternyata Joni memang berhati iblis, dia membawa kami ke rukonya di bilangan Mangga Dua, setelah itu Dinda mencoba berontak, tapi kami semua berhasil melumpuhkannya dengan memegang erat pergelangan tangannya dan meremas-remas dengan keras payudaranya dari arah belakang dan depan. Ia pun lemas tak berdaya seketika.

Kami memapah Dinda ke kamar Joni, kebetulan orangtua Joni sedang liburan ke Lido. Joni segera mengambil Handycam-nya dan koleksi VCD porno-nya yang hampir menyamai koleksi di Glodok, karena waktu SMA dia terkenal suka memborong di Glodok, jadi dia memang sangat berpengalaman dalam hal itu, termasuk kami semua juga. Dinda masih dalam keadaan sadar dan kami merebahkannya terlentang di ranjang Joni yang sudah banyak memakan korban para gadis tak berdosa sebelumnya. Dia sudah pasrah dan sedikit terangsang karena stimulasi kami yang dahsyat tadi di garasi sebelumnya.

Joni sudah dalam keadaan stand-by, kami melempar undian siapa yang maju duluan, mujurnya aku menang dan dapat kehormatan maju bertempur dahulu, yang lain harap sabar mengantri giliran. Semua pasti kebagian. Sebelum mulai, Dinda minta ijin melepas kalung miliknya, dia taruh di tempat yang aman, dan kami mulai main seperi pada April lalu. Aku melucuti pakaiannya mulai dari kaos ketat hitamnya, kurampas HP-nya dan bra-nya yang sudah membesar dari yang dulu, sekitar ukuran 33B sudah familiar denganku. Kubuka kait branya, dan kurenggangkan tungkai kakinya, mulai kudodori roknya dan kutarik CD-putihnya, sekejap tubuhnya terlentang tanpa sehelai benang pun. Kusodorkan penisku yang sudah siaga 1, sementara Joni merekam semua gerakan kami tadi dan menyetel VCD porno di VCD player portable-nya untuk menambah gairah kami semua.

Dinda mulai mengulum dari kepala sampai testis, dia kelihatan senang sekali melakukannya dan keahliannya meningkat dari yang dulu. Tanganku langsung meremas-remas buah dadanya sampai ia sesak nafas. Kami lanjutkan dengan ber-doggy ria, setelah 15 menit, karena aku tahu diri masih banyak yang ngantri dan aku sudah mulai mau ejakulasi, jadi kutumpahkan saja di vaginanya yang bulu kemaluannya rada pitak karena kucabuti sebagai souvenir April lalu dan mempersilakan giliran selanjutnya. Giliran selanjutnya adalah teman sekelasku, Norman, badannya kecil dan kurus, mungkin bukan lawan yang berarti bagi Dinda, tapi Norman memberikan Dinda kesempatan ambil nafas dulu, karena Norman juga sudah sering ML sebelumnya dengan pacarnya di apartemen Hotel, dia sangat pandai mengatur ritme dan garang, tapi sayang hanya tahan selama 2 menit saja, sama lamanya dengan buang air kecil di WC.

Dinda terlihat kurang puas, kontestan berikutnya Hendra, anak Jelambar ini sering mengetes kemampuannya setiap minggu di Kali Jodo. Badannya, anu-nya kecil, pendek, kurus tapi bulu kemaluannya keriting, kalo dilihat sekilas seperti domba berbulu hitam. Dia cukup baik terutama saat melakukan gaya misionaris, terlihat sekali stamina yang sudah sering terlatih sebelumnya. Edy segera bersiap-siap, rambut bulenya yang baru dicat memang mirip dengan warna rambut Dinda, dan ternyata bulu kemaluannya juga dicat bule, entah salon mana yang mau melakukan layanan seperti itu. Dia tahan selama waktu 5 menit, itupun sudah dibantu Dinda dengan gaya emansipasi-nya. Mungkin Edy butuh banyak latihan lagi. Padahal ia termasuk penggemar berat gambar porno Vivian Shu, karena banyak sekali posternya di kamar Edy. Yanto segera mengambil posisi seperti saat dia menunggang RX-King kesayangannya, dia memang sangat sayang motornya. Dia menunggangi Dinda dengan kuat sekali seperti saat ngetrek di Kemayoran, karena Yanto tiap hari melewati Kemayoran untuk ke kampusnya di Sunter. Dia mampu bertahan sekitar 7 menit.

Akhirnya datang juga yang kita tunggu-tunggu yaitu Joni, giliran aku yang memegang Handycam, dia mulai dengan foreplay yang sangat menjanjikan walaupun Dinda terlihat mulai lelah, tapi tetap dicekoki penisnya sepanjang 25 cm, dimasukkan ke rongga mulut dan vaginanya yang sudah kotor dipompa dengan full power, Dinda mendesah-desah dan mulai berteriak kesakitan, karena puting susunya sudah ditarik-tarik oleh tangan Joni yang memang sangat handal sekali, karena latihan teratur dan penghayatan peran yang sempurna dijalankan selama hampir setengah jam. Dinda langsung lemas tak berdaya lagi.

Setelah selesai pergelaran aksi Joni tadi, keadaan hening sejenak, hanya terdengar suara erangan Dinda yang sedang orgasme untuk kesekian kalinya, entah tak terhitung berapa liter sperma yang mengenang di vaginanya dan yang sudah ditelan melalui rongga mulutnya. Dinda komplain, “Lu orang beraninya maen keroyokan, entar gua bawa temen-temen gua biar kita imbang, kita liat siapa yang bisa tahan paling lama.” Entah berapa puluh cowok yang menjadi lawan mainnya atau mungkin juga cewek, karena Dinda termasuk cewek penganut hiper-biseks tulen. Kami memberinya time out untuk menge-charge battery-nya yang sudah terkuras habis.

Berikutnya adalah giliran teman sekelasku di PCM, Yosef ingin mempertontonkan hasil pertapaannya di salah satu diskotek di kawasan Mangga Besar. Di sana reputasinya cukup dikenal para WTS sebagai “Peraba ulung”, hampir tak ada satupun WTS di daerah itu baik senior ataupun yang bau kencur yang belum pernah dicoba olehnya. Ia mengambil kuda-kuda dan mulai memasukkan penisnya ke rahim Dinda dan dikocok ke segala arah, naik dan turun. Dinda menanggapinya dengan serius sekali, dari matanya terpancar kenikmatan dan dari desahannya kutahu dia sangat menikmati permainan kami. Tampang Yosef memang bisa menipu orang banyak, dengan potongan rambut culun dan kaca mata tebal seperti engkong-engkong, tapi permainannya memang sangat berpengalaman dan aku hanya merekam gerakan-gerakan tadi.

Tiba-tiba tangan Dinda menegang karena tak kuasa menahan sakit dan mencoba memegang sisi ranjang untuk pegangan. Karena iseng, kutaruh penisku di atas tangannya dan kusuruh dia meremas-remas, tapi aku tahu saat itu sedang giliran Yosef dan dia mulai menggunakan gaya family style yang tak dapat ditandingi oleh Dinda. Yosef puas setelah men-doggy dan memaksa Dinda menelan dan menjilat spermanya baik dengan bibir mulut dan bibir kemaluannya.

Dinda sudah tak tahan lagi, kali ini dia baru menemukan lawan-lawan yang sepadan dengan kemampuannya. Dinda mencoba bertahan dan mencoba bangun berdiri, karena semua orang sudah mengambil gilirannya. Terdengar suara motor masuk ke dalam ruko Joni, ternyata itu adalah motor Supra Millenium milik Dody, teman geng kami yang berprofesi sebagai sales VCD porno. Dia langsung naik ke kamar Joni, dan satu hal yang tak pernah berubah darinya adalah sifat tak tahu malunya.

Ketika melihat ada cewek telanjang lagi nganggur, tanpa ba bi bu walaupun Dinda saat itu tengah mencoba bangkit langsung dilumpuhkan dengan tembakan peluru karetnya yang terkenal dahsyat. Kontan saja Dinda kembali tergeletak dan langsung dipaksa melakukan gaya-gaya yang sering ditontonnya berulang kali di VCD BF dagangannya itu. Herannya ia tanpa minta permisi dulu, baik pada kami atau pada Dinda, santapannya saat itu.

Saat ia tahu Dinda sudah bekas kami dan sudah tak ada tenaga lagi, ia tetap pantang mundur dan terus ML dengan berbagai gayanya membuat pantat Dinda kembang kempis dengan sodokan penisnya yang sangat besar, tubuh Dinda disetnya dalam posisi duduk berhadapan dan payudara Dinda diemutnya seperti bayi sedang menyusu, cairan putih kental mulai berceceran di selangkangan Dinda, untuk kesekian kalinya ia orgasme lagi. Dody dengan baiknya mau membersihkan cairan itu dengan cara dijilat dan dihisapnya sampai daerah lubang kemaluan sampai tulang selangka dan pangkal paha Dinda mengkilat seperti mobil habis dipoles, tapi sayang sekarang jadi penuh dengan bau ludah Dody. Karena kami tak tahan dengan bau busuk itu, begitupun juga dengan Dinda, maka ia bergegas menuju kamar mandi ingin membilas tubuhnya. Joni melarang pintu kamar mandi ditutup, jadi Dinda mandi dengan ditonton live kami berdelapan dan direkam di Handycam.

Dinda mandi sambil masturbasi dengan menggosok-gosok payudaranya dan memasukkan jari tengahnya ke vagina sambil disiram dengan shower, ia mengambil posisi jongkok dan mulai kencing, baru kali ini kulihat wanita kencing tepat di hadapanku, lalu bulu kemaluannya jadi tersisir rapi dibasahi oleh air pancuran yang kencang. Untung saja semua kejadian tadi sudah direkam olehku. Kutaruh Handycam di tempat yang memungkinkan untuk mengambil fokus yang baik, lalu aku masuk kamar mandi dengan senjata yang sudah tegak 90 derajat lagi dan kemudian diikuti oleh teman-temanku.

Kami mengerumuni Dinda dari 8 penjuru arah angin, ia tak berkutik dan hanya memegang pancuran, kami menggiringnya dengan mengacungkan senjata kami ke tubuhnya, belahan pantatnya dan lubang vaginanya. Kami paksa Dinda keluar kamar mandi untuk melakukan gaya pamungkas kami. Mungkin baru kami di dunia ini yang pernah mempraktekkan gaya ini, Dinda kami telungkupkan di atas Joni, dan Joni mulai memasukkan penisnya ke lubang vaginanya, dilanjutkan dengan Yanto dengan tunggangan penisnya di lubang anus Dinda. Ia terlihat mulai tak tahan, dan mulai berteriak-teriak. Tapi aku masukkan penisku di mulutnya, seketika ia tersumpal dan tak bersuara lagi. Dilanjutkan dengan Hendra yang mengangkat tungkai kaki kiri Dinda dan Norman di kaki kanan sambil meremas areal pantat Dinda yang masih kosong.

Edy menaruh tangan kiri Dinda di atas penisnya dan mulai diremas oleh Dinda, Edy membalas dengan meremas payudara kiri Dinda dan Yosef juga melakukan hal yang sama tapi ia beroperasi di daerah sayap kanan. Seketika Dinda kehilangan keseimbangan. Dody naik ke atas punggung Dinda untuk menjaga keseimbangan kami dan ia mulai membalut penisnya dengan rambut Dinda dan dengan kejamnya ia menjambak rambut Dinda sampai rontok beberapa helai. Kami bertahan selama 5 menit lamanya. Setelah formasi kami runtuh, terasa sekali betapa lelahnya memperagakan gaya tersebut. Apalagi Dinda yang menjadi objek, tapi kurasa ia menikmatinya. Kami mulai ejakulasi lagi, kali ini kami serentak menyemprotkan ke dalam rahimnya, kalau nanti Dinda sampai hamil, entah siapa ayah anak itu nanti.

Sebenarnya aku kasihan juga pada dia, tapi dia bersikeras untuk melakukan hal itu, dan satu persatu bergiliran penis kami dibersihkan dengan juluran lidahnya sampai bersih semua. Dan kami mencabuti bulu kemaluannya untuk oleh-oleh kami buat mengenang masa indah ini, setiap orang dapat sekitar 7 helai. Hutan yang lebat tadi kami gunduli, entah kapan hutan itu di-“reboisasi” lagi.

Sudah hampir tengah malam, Dinda minta diantar pulang, kali ini benar-benar pulang ke rumah kost-nya. Joni menyiapkan mobil Panther Sporty silver dan mengantar Dinda pulang, entah apakah Joni minta tambah lagi di mobil atau mungkin di tempat kost-nya, tapi kurasa tidak, karena dia sudah terlalu lelah, untuk menyetir saja, kakinya terlihat gemetaran dan sempoyongan, jelas tak akan kuat untuk ronde berikutnya. Dan yang lainnya pulang naik mobil Norman.

Return to “RAPE”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 5 guests