bandar sakong agen bola
bandar bola sakong
jual krim wak doyok jual dymatize super mass gainer
bandarq qq online casino online

Indoforum88.com juga bisa di akses melalui www.indoforum88.net

Resty In Senior High School part 1

kumpulan cerita hot
Forum rules
Forum rules
Untuk kenyamanan pembaca IndoForum88, harap membuat thread/postingan pada tempatnya.
Dan Username Banned - Akan dijatuhkan TANPA peringatan kepada member yang melanggar.

Dilarang membuat thread dan postingan dengan tujuan untuk menghina atau mencemarkan nama baik.
Sanksi deleted sampai dengan banned IP.
jay99
IF88 DONATOR
IF88 DONATOR
Posts: 94
Joined: Tue May 12, 2015 8:33 am

Resty In Senior High School part 1

Postby jay99 » Wed Mar 09, 2016 2:44 pm

"resty...ko jadi pake jilbab sih..."

"sekolah baru penampilan juga baru dong...berangkat yu dah siang nih"

pagi ini aku dijemput rizal, hari pertama aku masuk SMA aku mengubah penampilan ku, seragam lengan panjang, rok panjang rample, dah hijab membuatku terlihat seperti perempuan taat agama, ya aku dan rizal kini satu sekolah karna itu aku bisa berangkat bareng setidaknya sampai satu tahun kedepan kanrna rizal sudah kelas 12 dan setahun lagi lulus.

"tapi zal, biar gue pake jilbab, gue masih mau kok mojok sama loe...Sambil mesum mesuman"

walau sudah berhijab tetap saja aku belum bisa menjaga sikap, aku masih mengangkang saat dibonceng walaw rok panjangku bisa menutupi sampai lutut, dan tetap saja aku memeluk erat rizal saat dibonceng karna aku sangat suka sensasi saat payudaraku memepet rapat di pundak rizal.

sesampainya di sekolah saat diparkiran banyak para siswa yang perhatikan kita berdua, melihat aku memeluk rizal erat saat dibonceng apa lagi saat rizal merangkulku, banyak teman rizal bersorak, rizal hanya tersenyum bangga sambil menggandengku berlalu bahkan sempat mengelus pantatku sambil diremasnya membuat temannya terperangah.

Sesampainya dikelas, Tak banyak yang kukenal di hari pertamaku sekolah, apalagi dina sahabatku di SMP kini melanjutkan sekolah diluar kota.

Kelasku berada dilantai tiga, dan aku duduk dibarisan paling belakang dengan Mely cewe yang baru saja kukenal, mely berasal dari lampung, perawakannya tinggi, putih berwajah agak oriental, mely pun mengenakan hijab sama dengan ku, bedanya seragam mely lebih ketat dari atas sampai bawah menonjolkan setiap lekukan tubuhnya. Tak banyak yang ku bicarakan dengan mely sebagai teman baru tak banyak yang bisa ku ungkap tentang diriku, apalagi kegemaranku melakukan hal hal mesum.

"rest loe ke kantin ga? Bareng yu..."

"iya mel, tapi loe duluan deh, gue mau ke toilet dulu..."

saat jam istirahat mely mengajakku kekantin bareng, sayangnya aku sudah tidak tahan untuk buang air besar jadi aku memilih ke toilet terlebih dahulu.

Usai buang hajat saat melintas di depan pintu toilet lain, tiba tiba ada yang menarikku ke dalam toilet lagi.

"astaga rizal, ngapain sih inikan toilet perempuan..."

"loe tenang aja rest...gue dah ga tahan nih...udah dua minggu gue ga nyusu"

rizal langsung memepetku ketembok dan melumat bibirku, tidak hanya itu rizal pun meremas payudaraku dan aku sengaja membantunya melepaskan beberapa kancing seragam ku.

"zal jangan lama lama ya...gue dah janji sama temen mau makan bareng dikantin...yadah loe mau tete gue kan, nih isep tete gue"

"temen.,? Cewe apa cowo...?"

"cewe zal.."

"yadah biar cepet isepin kontol gue aja rest...gue dah kangen sama isepan loe"

tanpa basa basi aku langsung berjongkok di depan selangkangan rizal dan membantunya melepaskan celananya.

"jangan berisik ya zal...kalo ketauan bisa gawat kita..."

"iya iya...ayo cepet isep, dah ga tahan nih..."

aku langsung memasukan penis rizal, ini kali kedua semenjak acara bazar waktu lalu, tapi kali ini aku lebih menikmati dan lebih tahu apa yang harus kulakukan perpaduan antara jilatan dan hisapan membuat rizal tak bertahan lebih dari lima menit.

"oubhsss ah...gue keluar rest...enak banget...telen peju gue rest..."

aku menelan habis sperma rizal yang mulai kusukai, sampai penisnya melemas didalam mulut ku baru kekembalikan kedalam celana rizal.

"mel sorry ya lama, perut gue mules banget..."

"iya ga papa, loe mau makan apa rest..."

"hm...gue minum aja deh"

jujur saat dikantin pun birahiku belum reda membuatku gelisah, bahkan saat dalam kelaspun aku tak bisa konsentrasi, ketika jeda pergantian guru aku sempatkan sms rizal.

["zal plng schol bisa ke kls gue ga, gara gara loe minta di isepin, gue jd sange nih"]

["gue sih pengen bngt rest tp mav rest gue ada jam tambhan"]

["yah...plng jam brp"]

["jm 4"]

["yadah, plng langsung krmah gue ya...lg spi"]

["ok"]

aku berharap bisa menyalurkan birahiku di kelas seperti waku bazar lalu tapi sepertinya tidak bisa karna rizal ada jam tambahan dan terlalu lama jika aku harus menunggu, untung saja aku ingat jika ayahku sedang dinas luarkota, ibuku menginap di rumah kakaku, jadi aku bisa memanfaatkan kondisi rumah yang sepi.

"rest...gue boleh maen ga kerumah loe..."

"boleh aja mel, tapi jangan sekarang ya..."

"yadah deh tapi janji ya kapan kapan gue maen ke rumah loe...gue duluan ya rest..."

bel tanda pulang sekolah memang sudah berbunyi, para murid dari tiap kelas berbaur jadi satu menuju gerbang sekolah, hari ini aku terpaksa pulang naik angkot karna rizal ada jam tambahan lumayan lama aku menunggu angkot, tapi tiba tiba saja aku teringat ada buku yang tadi di pinjam mely masih tertinggal di kelas, kucoba cek ke tas benar saja tertinggal dikelas.

sebenarnya bisa saja ku ambil besok pagi tapi aku takut buku itu hilang jadi kuputuskan untuk balik mengambilnya.

Suasana sudah sangat sepi hanya di kelas 12 masih terdengar suara guru mengajar, aku sempat teringat saat aku dan rizal ber mesum ria dikelas yang sepi seperti ini sedikit kusesalkan kenapa rizal harus ada jam tambahan.

usai mengambil buku aku bergegas menyusuri lorong kelas, kantor dan ruang UKS, saat melitas di depan ruang UKS aku mendengar suara berdecit, reflek aku langsung menengok kearah jendela ruang UKS, hanya ada celah hordeng yang sedikit terbuka tapi dari celah itu aku melihat sosok perempuan berhijab sedang menungging bertumpu pada tempat tidur di ruang UKS, kondisinya masih rapih hanya rok nya saja yang sudah tersingkap dengan seorang pria berada dibelakangnya seperti mengayun ayunkan sesuatu di selangkangannya yang membentur pantan perempuan tersebut.

setelah ku perhatikan perempuan itu adalah mely, tapi si pria masih asing dimataku sepertinya dia guru disekolah ini.

Mely berusaha meredam erangannya dengan menggigit bibir bawahnya sedangkan jemarinya mencengkram erat kain spre tempat tidur diruang uks tersebut.

sipria tampak asik menghujamkan penisnya ke vagina mely dengan gaya dogy style, tak berbeda dengan mely walaw expresi wajahnya meringis seperti orang kesakitan tapi pantat mely ikut bergoyang menyambut hantaman penis pria itu.

sekitar lima belas menit aku mengintip mereka, akhirnya sampai juga saat si pria mencabut penisnya dan baru kusadari penis pria itu besar sekali saat mely berlutut dan menggenggam penis pria itu, bayangkan dua tangan mely tak mampu menutupi bahkan jari mely pun tak mampu menggenggam penuh.

sipria menumpahkan spermanya di wajah mely bahkan sampai mengotori jilbabnya.

usai mengintip aku langsung bergegas tapi tidak pikiranku, pikiranku seperti tertinggal di ruang UKS bahkan saat diangkot aku membayangkan apa yang dirasakan mely saat penis besar itu berada dalam vaginanya, tapi lamunanku tak menghasilkan apa apa, hanya vaginaku yang terasa lembab dan agak basah.

seiring waktu berlalu sekitar jam setengah lima sore suara motor terdengar berhenti di depan rumahku, ternyata rizal sudah sampai, aku memberikan kode untuk langsung masuk saja, sementara aku baru selesai mandi, hanya mengenakan thanktop hitam dan celana pendek longgar.

"mau minum apa zal..."

aku menghampiri rizal yang duduk di sofa, menawarinya minum dan sedikit aku celingak celinguk keluar lalu menutup pintu dan gorden rapat rapat

"hm...zal minumnya dikamar gue aja yu..."

setelah menutup pintu aku langsung menarik rizal kekamarku, didalam kamar memang sudah kusiapkan minuman lengkap dengan dua toples makanan ringan.

"res beneran nih ga apa apa gue masuk kamar loe..."

"udah deh ga usah banyak protes...muna tau ga loh, padahal seneng kan gue ajak kekamar gue, tuh udah gue siapin kalo loe mau minum"

aku mengajak rizal duduk dia atas tempat tidurku.

"zal hari ni ga da acara lagi kan..."

"ga ada sih..."

"berarti bisa dong temenin gue sampe malem..."

"ok ga masalah...apa sih yang engga buat loe rest"

aku menuangkan air digelas dan kuberikan ke rizal, aku bingung harus lakukan apa lagi birahiku sudah sangat menggebu, usai meneguk air minumnya aku mengambil gelas dari tangan rizal dan langsung menyandarkan tubuhku di pelukan rizal.

"zal, gue ga perlu minta kan,kalo gue pengen..."

aku sengaja menggantung kata kataku, tapi rizal sudah paham apa yang ku mau, rizal langsung merengkuh tubuhku kepelukannya dan melumat bibirku, payudarakupun di remasnya kuat kuat.

"ehmgh...ouch...zaaal...ouch...zal loe nafsu amat sih.."

leherkupun tak luput dari lumatannya, bahkan saat lumatannya merambat kepayudaraku rizal berusaha melepas thanktop ku, tapi segera kutahan.

"kenapa rest...engga enak ngisep tete kalo loe masih pake baju"

"iya gue juga paham, tapi gue mau kita sama sama telanjang...dirumah ini, dikamar gue cuma kita berdua"

tak banyak bicara lagi rizal bergegas menanggalkan satu persatu pakaiannya begitupun aku sampai benar benar bugil. Rizal langsung menerkam tubuhku sampai aku terlentang di tempat tidurku.

"eeengh...zal ouch...tahan dulu zal...engh...ach ach ach zal stop dulu...sabar dong zal"

rizal dengan buas melumat leher merambat ke payudaraku, bukannya aku tak menikmati tapi aku punya rencana lain, maka aku memohon untuk berhenti sejenak.

"apa lagi sih rest, gue udah nafsu banget nih, kan tadi loe yang ngajakin..."

"ya sabar dulu dong zal, gue punya permintaan..."

"apaan sih rest...mau gue jilatin memek loe...mau gue sedotin tete loe...loe ga usah minta rest"

"hm...gue mau loe perawanin gue hari ini, masukin kontol loe ke memek gue...entotin gue di kamar ini"

rizal terdiam entah apa yang dipikirkan, tapi aku tak perduli aku hanya berusaha menggodanya dengan mengelus vaginaku dihadapannya.

"apa loe ga taku hamil rest...jujur kalo loe sampe hamil gue belum siap tanggung jawab..."

"loe tenang aja zal...gue dah siapin ini...loe tinggal pake kondom ini, dan loe bisa tenang ngentotin gue"

aku mengambil kardus kecil bertuliskan fiesta dari dalam tasku, rizal hanya tersenyum dan ku balas senyuman pula.

"sini zal gue pakein dikontol loe..."

aku memakaikan kondom beraroma strawberi di penis rizal. Sementara rizal membelai kepalaku, setelah terpasang aku mengocoknya sebentar lalu memasukan penis rizal kemulutku, memainkan tekhik jilatan dan hisapan yang sering kulakukan ke rizal.

"ooough rest...loe emang cewe idaman gue...Cewe yang bisa muasin gue, apalagi sekarang gue boleh ngentotin loe...trus rest...enak banget...ouch...ouch...trus rest..."

beberapa saat menghisap penis rizal aku menghentikannya, takut rizal tak bertahan lama, usai melepas penis rizal aku berbaring sambil membuka pahaku lebar lebar memamerkan vaginaku yang baru kucukur bulunya.

"zal...gantian dong...jilatin memek gue..."

"wow...loe baru nyukur jembut rest..."

rizal langsung membenamkan wajahnya di selangkanganku, menjilati belahan vaginaku, dan menyedotnya.

"eeengh zaaal....ouch...enak banget zal...ouch...ouch...yah itilnya ouch...enak banget...trus zal"

kadang rizal mencium pangkal pahaku dan kembali ke vaginaku membuatku meliuk menahan kenikmatan di vaginaku.

"aduuuh zaal...enak ouch....eeengh zal...ga tahan zal...ouch udah dulu zal...gue takut keluar..."

rizal melepaskan vaginaku, dan merangkak menaiki tubuhku, sekarang penis rizal dapat ku gapai, sangat keras aku sudah tidak sabar merasakan penis keras ini ada didalam vaginaku walau ku tahu awalnya pasti menyakitkan.

"zal...masukin sekarang...perawanin gue sekarang...entotin gue sekarang"

"tahan ya rest...pertamanya sakit...tapi lama lama juga enak ko"

"iya zal...cepet masukin sekarang, masukin kontol loe"

aku melebarkan pahaku dan membantu rizal membuka belahan vaginaku dengan kedua tanganku, rizal mulai menaruh penisnya tepat diliang vaginaku, entah rizal yang tak pengalaman merawanin perempuan ataw rizal sudah sangat bernafsu dia menghentakkan penisnya kuat kuat, hingga menerobos masuk tanpa ampun.

"ZAAAL...!!! AAARGH...MEMEK GUE...PELAN PELAN DONG...SAKIT TAU...!!!"

"sorry rest....gue ngga tahan liat memek loe..."

setelah masuk seluruhnya rizal menariknya kembali perihnya masih terasa, aku menyaksikan penis rizal keluar dari vaginaku, ada darah yang keluar dari vaginaku yang menyelimuti penis riza.

"aduh zal...hssst sakit zal..."

kini rizal menjatuhkan tubuhnya diatasku, benar benar menindihku, bibirnya melumat leherku memberikan rasa nikmat mengurangi sedikit rasa sakit di vaginaku, sementara penisnya masih terus keluar masuk vaginaku perlahan.

perlahan rasa perih divaginaku menjadi tak sebanding dengan kenikmatan yang ku rengkuh, bahkan aku ikut menggoyangkan pantatku dan menggerkan otot dinding vaginaku menjepit penis riza.

"udah enak ya rest...memek loe kaya mijit kontol gue...enak banget rest..."

"engh...masih sedikit perih zal...ehmhm...tapi enak...terus zal...aaengh...entot memek gue."

hantaman penis rizal semakin kuat walau gerakannya masih lamban, tangan rizal mulai meremas kuat payudaraku bahkan lumatan bibirnya mulai bergriliya dari leher ke bibis balik keleher.

"zal ouch ouch ouch...."

aku memeluk erat rizal bahkan kakiku ikut mengapit di paha rizal, tak ingin lepas dari kenikmatan ini.

"trush ouch...enak ouch...trus entot gue zal...ouch enak banget...zal trus ouch...kontol loe enak banget zal...ouch"

"resty ouch...resty ...memek loe...ouch...legiiit...enaaak...ouch resty...resty ouch...kontol gue ga kuat...resty ouch...gue pengen keluar..."

"zal ouch....gue juga mau keluar...zal cepetin...cepetin kontol loe..."

"resty ouch,..resty ouch...gue...gue...keluar OOOUUCH...OUCH... OUCH..."

"ZAL...AAAACH...AACH...ACH..."

tubuh aku dan rizal mengejang bersamaan, pelukanku semakin erat, tubuh rizal begitu berkeringat tak jauh beda dengan tubuhku, rizal langsung mencabut penisnya dan berbaring disampingku.

satu jam kemudian sekitar jam delapan aku dan rizal masih terbaring di tempat tidurku dalam keadaan bugil, kami saling berpelukan aku melihat penis rizal yang masih terbungkus kondom, namun sudah menciut.

"zal loe nginep aja ya di sini...."

"ga bisa lah rest...nanti gue dicariin bokap gue, lagian besok sekolah gue ga bawa seragam ganti..."

"yadah, tapi kita ngentot sekali lagi ya..."

"duh rest...nafsu loe gede banget sih, gue dah capek, dah ga kuat...kontol gue dah lemes..."

"kalo gue bisa bangunin kontol loe, kita ngentot lagi ya..."

aku langsung mendekat ke selangkangan rizal, melepas kondom yang sudah longgar karna penis rizal yang menciut sampai seukuran ibu jariku, aku langsung menghisap penis yang seukuran ibu jari dan lembek milik rizal.

"aduh rest...ngilu tau...ach beneran gue dah kuat rest..."

lima menit aku menghisap penis rizal tak ada tanda tanda kebangkitan penisnya akhirnya aku menyerah mengubur birahiku dalam kekecewaan.

"udah ya rest...gue mau pulang dulu..."

"yadah deh....pulang sana..."

aku menunjukan kemurunganku di depan rizal.

"besok besok kalo gue mau ngentot loe, gue bakal minum obat kuat, loe tenang aja rest, gue bakal bikin loe puas..."

"benernya...awas kalo bohong..."

akhirnya rizal bepakaian kembali dan meninggalkanku dikamar yang masih dalam keadaan bugil, dan terlelap sampai pagi tanpa perasaan menyesal sedikitpun kanrna telah merelakan keperawananku, bukan atas nama cinta, atau materi tapi demi kenikmatan dan kepuasan.

bersambung...

Return to “CERITA SEX”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest